CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Laba Fore Indonesia (FORE) Melesat 34,39% di Semester I-2026


Senin, 20 Juli 2026 / 14:42 WIB
Laba Fore Indonesia (FORE) Melesat 34,39% di Semester I-2026
ILUSTRASI. Fore Coffee Pertahankan Ekspansi Bisnis melalui Konsep Inovatif Rental Revenue Sharing (Dok/Fore Coffee)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid pada semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan per semester I-2026, FORE membukukan penjualan neto sebesar Rp 1 triliun, meningkat 51,71% dibandingkan realisasi semester I-2025 yang mencapai Rp 662,37 miliar.

Penjualan dari segmen minuman menyumbang Rp 1,02 triliun, makanan Rp 138,18 miliar dan lain-lain Rp 5,95 miliar. Total penjualan tersebut dikurangi diskon penjualan dan potongan lainnya sebesar Rp 163,1 miliar. Alhasil, penjualan bersih perusahaan mencapai Rp 1 triliun.

Baca Juga: Bursa Eropa Melemah di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok penjualan turut meningkat menjadi Rp 382,92 miliar dari Rp 253,11 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tapi, laba bruto perusahaan tetap tumbuh signifikan menjadi Rp 622,02 miliar dari Rp 409,26 miliar.

Di sisi operasional, total beban operasional FORE meningkat menjadi Rp 539,81 miliar, dibandingkan Rp 363,62 miliar pada semester I-2025. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya beban penjualan menjadi Rp 446,98 miliar dari Rp 298,39 miliar, serta beban umum dan administrasi yang naik menjadi Rp 92,83 miliar dari Rp 65,23 miliar.

Meski beban operasional bertambah, FORE berhasil membukukan laba operasional sebesar Rp 82,21 miliar, melonjak sekitar 80,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 45,64 miliar.

Sementara itu, beban lain-lain bersih tercatat sebesar Rp 4,10 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp 4,23 miliar pada semester I-2025. Ini membuat laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi Rp 78,11 miliar, naik sekitar 88,61% dari Rp 41,41 miliar.

Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih mencapai Rp 56,49 miliar hingga akhir Juni 2026. Capaian ini tumbuh 34,40% dibandingkan laba pada semester I-2025 yang sebesar Rp 42,03 miliar.

Sejalan dengan peningkatan laba, laba per saham dasar alias basic earnings per share (EPS) juga naik menjadi Rp 6,33 per saham, dari Rp 5,58 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Harga LNG Dipangkas, Maybank Pertahankan Rekomendasi Beli Saham PGN (PGAS)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×