kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.704.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.310   25,00   0,15%
  • IDX 6.803   14,96   0,22%
  • KOMPAS100 1.005   -3,16   -0,31%
  • LQ45 777   -4,08   -0,52%
  • ISSI 212   1,22   0,58%
  • IDX30 402   -2,62   -0,65%
  • IDXHIDIV20 484   -3,58   -0,73%
  • IDX80 114   -0,52   -0,46%
  • IDXV30 119   -0,94   -0,79%
  • IDXQ30 132   -0,40   -0,30%

Laba Bersih Vale Indonesia (INCO) Naik 36,89% Sepanjang 2023


Minggu, 11 Februari 2024 / 12:31 WIB
Laba Bersih Vale Indonesia (INCO) Naik 36,89% Sepanjang 2023
ILUSTRASI. Laba bersih Vale Indonesia (INCO) naik 36,89% menjadi US$ 274,33 juta sepanjang 2023.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja keuangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengalami pertumbuhan sepanjang 2023.

Melansir laporan keuangan INCO di Bursa Efek Indonesia, Minggu (11/2), laba bersih emiten nikel ini naik 36,89% menjadi US$ 274,33 juta sepanjang 2023. Sebagai perbandingan, laba bersih INCO di tahun 2022 hanya US$ 200,40 juta.

Dus, laba bersih per saham dasar INCO naik dengan persentase serupa menjadi US$ 0,0276 dari sebelumnya US$ 0,0202.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan pendapatan. INCO meraup pendapatan bersih senilai US$ 1,23 miliar per akhir 2023. Realisasi pendapatan Vale Indonesia naik 4,5% dari pendapatan di periode 2022 sebesar US$ 1,17 miliar.

Baca Juga: MIND ID dan Vale Sudah Menyepakati Harga Divestasi Saham INCO, Juga Soal Pengendali

Secara rinci, sebanyak US$ 985,81 juta adalah penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL), dan sebanyak US$ 246,45 juta merupakan penjualan kepada Sumitomo Metal Mining.

Namun, sejumlah beban yang ditanggung INCO ikut meningkat. Misal, beban pokok pendapatan naik 2,23% menjadi US$ 885,24 juta. Beban usaha juga naik 12,26% menjadi US$ 22,15 juta. Beban lainnya naik tipis menjadi US$ 23,53 juta dari sebelumnya US$ 23,09 juta.

Hanya saja, INCO mengantongi keuntungan atas pengakuan nilai wajar aset derivatif senilai US$ 24,69 juta. Pos ini berasal dari aset derivatif yang timbul dari hak tambahan partisipasi dalam investasi di PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI).    

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×