kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba bersih SIDO sekitar Rp 408 miliar


Rabu, 19 Februari 2014 / 06:19 WIB
ILUSTRASI. Ini Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Renovasi Rumah


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Avanty Nurdiana

SEMARANG. Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk  (SIDO) di tahun lalu, makin sehat.  Bahkan, pertumbuhan laba bersih SIDO melebihi target awal.

Semula, SIDO menargetkan bisa mengantongi laba bersih Rp 390 miliar. Namun, David Hidayat, Direktur Operasional Sido Muncul mengatakan, hasil laba bersih SIDO tahun lalu akan sedikit lebih tinggi. "Diperkirakan lebih tinggi 4,7% dari target," ujar dia, kemarin. Dus, laba bersih SIDO tahun lalu sekitar Rp 408,33 miliar.

Dari hasil laba bersih tersebut, David menjanjikan, akan membagikan dividen sekitar 30%-50%. "Kami ingin memberikan apresiasi mendalam bagi para pemegang saham," ujar dia. Namun, kepastian pembayaran dividen menunggu hasil keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada April 2014.

Jika menggunakan asumsi tersebut, maka SIDO berpotensi membagi Rp 122,49 miliar-Rp 204,16 miliar laba bersih 2013 sebagai dividen. Ini setara dengan Rp 8,17-Rp 13,61 per saham.

Namun, imbal hasil dividen SIDO tak terlalu besar. Kemarin, harga SIDO naik 1,12% ke Rp 900 per saham. Artinya, imbal hasil dividen SIDO hanya sekitar 0,9%-1,51%.

Meski SIDO cukup agresif membagi dividen, David bilang, rencana ekspansi perusahaan jamu ini tak akan terhambat. Kemarin, SIDO telah memulai perluasan pabrik bahan baku di Semarang, yakni Herbal Indo Plant. SIDO juga akan memperluas pabrik "Tolak Angin" seluas 30.000 m² yang akan dimulai pada Maret 2014.

Perluasan pabrik tersebut targetnya kelar akhir tahun ini. Jadi, penambahan kapasitas produk "Tolak Angin", baru bisa terwujud di tahun depan. David mengatakan, SIDO telah memesan tiga unit mesin baru untuk menambah produksi "Tolak Angin".

Investasi untuk perluasan pabrik itu mencapai Rp 240 miliar. Sumber pendanaan berasal dari hasil initial public offering (IPO) dan kas internal.
Selain memperluas pabrik, SIDO akan segera meluncurkan produk baru. Sayangnya, baik David maupun Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul, belum mau mengungkap secara rinci produk baru itu dan kapan akan meluncur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×