Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan minimarket Alfamart, mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian AMRT, laba bersih perusahaan tercatat Rp 2,02 triliun per semester I-2026. Perolehan itu naik 7,5% secara tahunan (year on year/yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,88 triliun.
Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham (EPS) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik menjadi Rp49,23 per saham, dibandingkan Rp 45,37 per saham pada semester I-2025.
Baca Juga: BEI Kaji Revisi Target IPO 2026, OJK: Penting Jaga Kualitas Emiten
Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan neto yang mencapai Rp 67,96 triliun, naik 6,49% dari Rp 63,81 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, beban pokok pendapatan turut naik menjadi Rp 52,80 triliun dari sebelumnya Rp 49,83 triliun.
Dengan demikian, laba bruto AMRT tercatat sebesar Rp15,15 triliun, meningkat dari Rp 13,99 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Secara rinci pendapatan dari segmen makanan tercatat Rp 48,58 triliun dan segmen bukan makanan mencapai Rp 19,37 triliun.
Di sisi beban operasional, beban penjualan dan distribusi tercatat sebesar Rp 11,92 triliun, naik dari Rp 11,07 triliun. Beban umum dan administrasi juga naik tipis menjadi Rp 1,19 triliun dari Rp 1,14 triliun pada tahun sebelumnya.
Perusahaan ini juga membukukan pendapatan lainnya sebesar Rp 694,38 miliar, naik dari Rp 636,39 miliar, sementara beban lainnya tercatat Rp 60,25 miliar dibandingkan Rp 47,31 miliar pada periode sebelumnya.
Alhasil, laba usaha Alfamart mencapai Rp 2,68 triliun, tumbuh 13,25% dari Rp 2,37 triliun pada semester I-2025.
Pada pos non-operasional, perusahaan mencatatkan pendapatan keuangan sebesar Rp 104,70 miliar, sementara biaya keuangan tercatat Rp 94,04 miliar. Perusahaan ini juga mencatatkan bagian rugi dari entitas asosiasi sebesar Rp 18,23 miliar, berbalik dari laba Rp 5,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan memperhitungkan pos-pos tersebut, laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan tercatat Rp 2,67 triliun, naik dari Rp 2,39 triliun.
Baca Juga: Mengukur Efektivitas Transisi Chandra Asri Pacific (TPIA) Menuju Ekosistem Energi
Setelah dikurangi beban pajak final sebesar Rp 32,20 miliar dan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp 507,88 miliar, laba tahun berjalan pun tercatat Rp 2,13 triliun.
AMRT juga melaporkan total aset sebesar Rp 42,78 triliun per Juni 2026, meningkat dari sebelumnya Rp 42,57 triliun di akhir 31 Desember 2025. Total liabilitas dan ekuitas perusahaan masing-masing tercatat Rp 23,63 triliun dan Rp 19,15 triliun.
Adapun AMRT melaporkan total saldo kas dan setara kas pada akhir tahun sebesar Rp 4,09 triliun per Juni 2026, turun dari posisi sebelumnya Rp 4,53 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
