kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Kurs Rupiah Tembus Level Rp 17.000, Begini Efeknya ke Emiten dengan Utang Valas


Selasa, 07 April 2026 / 20:11 WIB
Kurs Rupiah Tembus Level Rp 17.000, Begini Efeknya ke Emiten dengan Utang Valas
ILUSTRASI. Nasabah antre di gerai penukaran mata uang asing Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

Pihak emiten tetap perlu kombinasi atas hedging, penyesuaian struktur utang, penggunaan bahan baku lokal bila memungkinkan, dan penyesuaian harga secara bertahap.

"Jadi perusahaan yang paling aman adalah yang punya natural hedge, pricing power, dan disiplin biaya," imbuh Ekky, Selasa (7/4).

Raden menyebut, penyesuaian harga jual dapat menjadi opsi bagi emiten yang memiliki daya tawar tinggi di pasar. Namun, upaya ini harus dilakukan secara selektif dan hati-hati agar tidak mengganggu permintaan.

Upaya untuk perbaikan keuangan perlu komitmen yang kuat dari jajaran manajemen emiten, apa lagi jika perubahan dilakukan saat kondisi pasar sedang tidak normal.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.983 Rabu (1/4), Strategi Jangka Panjang Jadi Kunci Stabilitas

Lebih lanjut, Raden menyarankan investor agar selektif memilih saham. Dalam hal ini, investor harus mencermati secara hati-hati saham dengan missmatch valas besar dan tanpa mitigasi yang cukup berpotensi mengalami tekanan kinerja.

Sebaliknya, emiten yang masih memiliki fundamental kuat, kemampuan menjaga margin, dan manajemen risiko yang disiplin tetap layak dipertimbangkan oleh investor.

Di samping itu, investor juga bisa melakukan rotasi ke sektor berbasis ekspor atau komoditas serta memiliki potensi dividen cukup besar.

Ekky juga menyarankan investor untuk menghindari dulu emiten yang terlalu bergantung pada impor dan belum memiliki kemampuan pass-through harga produk atau jasa yang baik.

Baca Juga: Terancam Kenaikan Harga BBM dan Kurs Rupiah, Simak Strategi INTP

Di sisi lain, emiten yang punya pendapatan dolar AS, basis ekspor, atau natural hedge kuat seperti emiten tambang relatif masih lebih aman untuk dicermati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×