kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Kurs rupiah melemah pada Jumat (16/10) pagi, volatilitas rupiah meningkat


Jumat, 16 Oktober 2020 / 10:06 WIB
Kurs rupiah melemah pada Jumat (16/10) pagi, volatilitas rupiah meningkat
ILUSTRASI. Pada Jumat (16/10) pukul 9.55 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 14.729 per dolar AS.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berbalik melemah setelah kemarin ditutup di bawah level Rp 14.700 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada Jumat (16/10) pukul 9.55 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 14.729 per dolar AS.

Kurs rupiah spot ini melemah 0,26% ketimbang penutupan perdagangan kemarin pada Rp 14.690 per dolar AS.

Kurs referensi Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) pada website Bank Indonesia pun menunjukkan pelemahan, Kurs Jisdor berada di Rp 14.766 per dolar AS. Kurs rupiah ini melemah 0,04% dari posisi kemarin pada Rp 14.760 per dolar AS.

BNP Paribas mengungkapkan bahwa Bank Indonesia diperkirakan akan memangkas suku bunga total 50 basis points lagi karena pertumbuhan ekonomi yang buruk, inflasi rendah, dan suku bunga riil yang lebih tinggi.

Baca Juga: IHSG berbalik melemah, berikut pilihan saham untuk trading buy pada Jumat (16/10)

Arup Raha, analis BNP Paribas dalam riset yang dikutip Bloomberg menyebut bahwa suku bunga yang rendah diperlukan untuk mitigasi risiko solvabilitas untuk membuka ruang fiskal. Pemangkasan suku bunga ini akan tergantung pada kondisi pasar. BNP Paribas memperkirakan BI akan menggunting suku bunga 25 basis points pada Desember dan 25 basis points pada Januari 2021.

Tapi, Fitch Solutions memperkirakan bahwa suku bunga acuan BI akan tetap hingga setidaknya akhir 2021. Fitch mengungkapkan bahwa suku bunga yang tetap 4% ini untuk menjaga selisih suku bunga dan ketidakpastian menjelang pemilihan presiden AS.

Baca Juga: Bursa Asia menguat sebagian meski dibayangi lockdown gelombang kedua

Fitch mengungkapkan bahwa peningkatan ketidakpastian pasar finansial global akibat pemilu AS turut menekan Indonesia. Sehingga BI akan mempertahankan stabilitas suku bunga untuk menjaga agar aset pasar keuangan Indonesia lebih menarik.

Di sisi lain, Fitch melihat bahwa demonstrasi akibat adanya omnibus law turun meningkatkan volatilitas rupiah terhadap dolar AS.

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini naik Rp 2.000 jadi Rp 1.011.000 per gram, Jumat (16/10)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×