kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kurs rupiah diproyeksikan bertahan di Rp 14.000 pada tahun ini


Senin, 21 Oktober 2019 / 19:04 WIB

Kurs rupiah diproyeksikan bertahan di Rp 14.000 pada tahun ini
ILUSTRASI. Kurs rupiah diproyeksikan bertahan di Rp 14.000 pada tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024 memberi sinyal positif dan membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat.

Mengutip Bloomberg, Senin (21/10), rupiah menguat 0,47% ke Rp 14.081 per dollar AS di pasar spot. Sementara, pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat 0,05% ke Rp 14.132 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pidato Jokowi yang menyebut akan mengembangkan ekonomi dengan tetap fokus pada pembangunan infrastruktur memberi sinyal positif pada nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Masihkah euforia pengumuman menteri Jokowi mengangkat rupiah, Selasa (22/10) besok?

Saat ini, pelaku pasar sedang menanti total nama 34 menteri yang masuk dalam kabinet Jokowi jilid II. Namun dari beberapa calon yang dipanggil Presiden, Senin (21/10) sudah memberi sinyal positif dan optimisme pada pelaku pasar.

"Kita masih menunggu apakah menteri yang dipilih Jokowi sesuai dengan pos yang ditempatkan, pelaku pasar juga masih menerawang seperti apa kinerja 100 hari Jokowi ke depan dalam menangkal tantangan pelemahan ekonomi global," kata Josua, Senin (21/10).

Josua berpandangan jika konsolidasi politik bagus dan partai oposisi bisa masuk bekerjasama bersama pemerintah, akan mengurangi potensi ketidakstabilan politik di masa yang akan datang. Program pemerintah pun diharapkan jadi jauh lebih mudah tercapai.

Baca Juga: Euforia jelang pengumuman kabinet jilid II Jokowi, topang penguatan rupiah

Jelang pengumuman kabinet jilid II, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta untuk masuk ke kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Josua memproyeksikan arah pergerakan rupiah di tahun ini akan bertahan kuat di sekitar level Rp 14.000 per dollar AS. Belum ada penguatan signifikan yang terjadi karena kebutuhan dan permintaan dollar AS di akhir tahun biasanya meningkat.

Namun, rupiah bisa tetap bertahan tidak turun dalam karena besar kemungkinan The Fed dan BI akan menurunkan suku bunga kembali di bulan ini.

Baca Juga: Jajak pendapat Reuters: BI bisa pangkas suku bunga 25 bps di Oktober ini


Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Komarul Hidayat

Video Pilihan


×