kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45916,52   -3,79   -0.41%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kurs Rupiah Berpotensi Lanjut Melemah Rabu (15/3), Investor Cermati Data Inflasi AS


Selasa, 14 Maret 2023 / 19:05 WIB
Kurs Rupiah Berpotensi Lanjut Melemah Rabu (15/3), Investor Cermati Data Inflasi AS
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah berpotensi lanjut melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (15/3).


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berpotensi lanjut melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (15/3). Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,06% ke Rp 15.385 pada Selasa (14/3). Menurut kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, nilai tukar rupiah berada di angka Rp 15.380, melemah dari Rp 15.374 pada hari sebelumnya. 

Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, sentimen di pasar cenderung mixed. Pasar mata uang mengantisipasi bank sentral AS Federal Reserve untuk lebih dovish dan memperlambat kenaikan suku bunga acuannya. Sementara itu, sentimen risk-off terjadi di pasar modal akibat kejatuhan bank AS, yakni Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang masih mendominasi.

Untuk itu, Lukman melihat, investor akan terlebih dahulu mencermati data inflasi AS yang dirilis Selasa (14/3) malam waktu setempat. "Apabila data inflasi lebih dari perkiraan, maka indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS akan melanjutkan rebound. Begitu pun sebaliknya," kata Lukman saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (15/3).

Dari sisi domestik, investor menantikan data neraca perdagangan Indonesia Februari 2023 yang diperkirakan akan kembali surplus. Namun, nilai ekspor diperkirakan turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan, Begini Kondisi Bunga Deposito Bank Menengah

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, Bank Indonesia (BI) dalam pertemuan tanggal 16 Maret 2023 berpotensi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Perkembangan kondisi sektor perbankan di AS mendasari sejumlah ekonom untuk mengubah pandangannya terhadap arah kebijakan The Fed.

"Sejumlah ekonom mulai mempertimbangkan kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam FOMC 22 Maret 2023, dari ekspektasi sebelumnya berupa kenaikan 25 bps-50 bps," ucap Ibrahim.

Ibrahim memprediksi, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp 15.370 per dolar AS-Rp 15.430 pada Rabu (15/3). Sementara Lukman memperkirakan, rupiah bakal cenderung melemah pada kisaran Rp 15.300 per dolar AS-Rp 15.500 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Jisdor Ditutup Melemah 0,054% ke Rp 15.380 Per Dolar AS Pada Selasa (14/3)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×