kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.121   7,00   0,04%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Krisis nuklir Jepang surutkan permintaan logam, TINS tumbang 2,9%


Kamis, 17 Maret 2011 / 10:17 WIB
ILUSTRASI. Pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jakarta, Senin (1/7). Pengamat Migas menyebut penurunan harga BBM tak hanya diukur dari harga minyak mentah yang rendah./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/01/07/2019.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Saham PT Timah Tbk (TINS) anjlok pagi ini. Penurunan yang terjadi hari ini merupakan yang terbesar dalam tiga pekan terakhir.

TINS turun di tengah munculnya kekhawatiran baru kalau krisis nuklir Jepang kemungkinan menyurutkan permintaan logam. Hal ini mengurangi prospek pendapatan bagi produsen terbesar komoditas di Indonesia ini.

Harga timah untuk pengiriman tiga bulan juga anjlok 1,25% ke posisi US$ 28,270 per metrik ton di pasar London.

Hingga pukul 10.08 WIB, saham TINS tumbang 2,9% ke level Rp 2.525 per saham. Ini penurunan terbesarnya sejak 22 Februari lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×