kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Koreksi mengintai dollar AS usai pelantikan Trump


Rabu, 04 Januari 2017 / 22:10 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Jelang pelantikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 20 Januari 2017 mendatang, analis mewaspadai koreksi yang mengintai dollar AS pasca reli panjang.

Salah satu yang mewanti-wanti peluang koreksi dollar AS adalah Morgan Stanley. Menurut bank tersebut, penguatan yang terjadi pada bursa saham dan indeks USD memang cukup menggembirakan dan signifikan. Namun hal tersebut terdorong oleh spekulasi pertumbuhan ekonomi dari sinyal kebijakan yang akan diambil Trump nantinya.

Hanya saja kini pelaku pasar harus waspada, setelah Trump resmi naik memegang tampuk kepemimpinan AS, tentunya pelaku pasar akan mengevaluasi realisasi kebijakan yang akan diambil Trump.

“Setelah euforia tersebut, maka pertanyaan yang timbul adalah apakah hasil yang positif dan menggembirakan tersebut mampu dihasilkan dalam beberapa pekan pasca pelatikan? Apalagi selama ini yang kita ketahui, Republik sudah banyak menimbulkan ketidakpastian dan proyeksi volatile mengenai pertumbuhan ekonomi dan korporasi di AS,” papar Adam Parker, Chief Equity Strategist Morgan Stanley seperti dilansir Bloomberg, Rabu (4/1).

Masih dalam laporan yang sama, Morgan Stanley menduga ada beberapa ketidakpastian yang sedang menggelayut pasar. Sekarang prospek kebijakan Trump akan memangkas beberapa aturan, mengurangi pajak perusahaan, dan memangkas pajak potensial liburan dari pendapatan luar negeri. Efeknya pelaku pasar berspekulasi akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik bagi AS.

Namun di saat yang bersamaan, USD menguat tajam. Tentunya penguatan ini berimbas pada penurunan ekspor dan bisa mendorong The Fed melakukan kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang seharusnya. Apabila tidak berhati-hati maka hal tersebut bisa berimbas negatif.

Masih besarnya ketidakpastian dan tingginya risiko dari spekulasi menangnya Trump mengarahkan Morgan Stanley pada dugaan bahwa sepanjang tahun ini USD akan bergerak lebih lemah dibanding tahun lalu. “Buat kami, tinggal menunggu kapan masa-masa bulan madu dan membaiknya sentimen harapan positif ekonomi AS ini berakhir,” kata Parker. Tentunya jika Trump gagal mempertahankan rencana kebijakannya dan The Fed tersendat menjaga proyeksi positif ekonominya ke depan, sentimen positif bakal berakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×