kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45869,49   -13,44   -1.52%
  • EMAS937.000 0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Koreksi aset kripto dinilai hanya bersifat sementara


Jumat, 23 April 2021 / 21:14 WIB
Koreksi aset kripto dinilai hanya bersifat sementara
ILUSTRASI. Pasar aset kripto terus tertekan dalam seminggu terakhir.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar aset kripto terus tertekan dalam seminggu terakhir. Harga aset kripto yang sempat meroket, kini jatuh berguguran. Merujuk laman coinmarketcap.com, lima aset kripto dengan market cap terbesar semuanya mengalami koreksi dalam tujuh hari terakhir. 

Bitcoin misalnya, dalam seminggu terakhir tercatat sudah terkoreksi hingga 18,23%. Sementara Dogecoin yang sempat meroket, nyatanya juga berkinerja negatif dengan turun 11,40%. Bahkan, Ripple (XRP) mengalami koreksi hingga 29,16%. 

Managing Partner Bullwhales Douglas Tan menjelaskan, dalam seminggu terakhir memang telah terjadi dua koreksi besar di pasar aset kripto. Koreksi pertama pada 18 April kemarin, ketika harga Bitcoin sempat mencapai US$ 60.500 dan harga terendahnya mencapai US$ 51.000 per Btc.

Douglas menyebut, pada periode tersebut, mayoritas pemain di dunia terjebak dalam posisi over-levered, di mana mereka melakukan perdagangan di luar kemampuan modal awal. Ia mencontohkan, seorang spekulan memiliki modal $100, namun memasang posisi margin 100x, seolah-olah memiliki modal U$ 10.000 untuk melakukan transaksi. 

Baca Juga: Harga jatuh di bawah US$ 50.000, Bitcoin bisa kembali ke level US$ 20.000

“Pada saat itu, terjadi sentimen negatif berupa hash rate yang menurun drastis dikarenakan beberapa miner di beberapa wilayah China mengalami gangguan operasi. Pada akhirnya, momen tersebut dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mengejar poin likuidasi spekulan-spekulan yang sedang dalam posisi over-levered tadi,” jelas Douglas kepada Kontan.co.id, Jumat (23/4).

Walau begitu, Douglas menyebut saat itu, sempat terjadi pembalikan harga. Hal ini terjadi seiring pemain-pemain besar yang memasang posisi short, harus melakukan short cover, yakni menutup posisi short dengan cara melakukan long di harga penutupannya.

Sementara pada perdagangan hari ini, Douglas mengatakan, koreksi di aset kripto terjadi karena terjadi banyak penjualan underlying asset seperti BTC di pasar spot. Hal ini juga karena Fear Uncertainty Doubt (FUD) mengenai Joe Biden tax plan yang tidak memihak kaum yang memiliki pendapatan tinggi. 

Baca Juga: Bursa kripto Turki kolaps, kinerja aset kripto turun drastis

“Reaksi tersebut terus bergelombang, dan menyebabkan penurunan harga dengan peluang pembalikan harga secara instan yang kecil. Kondisi ini berbeda dengan crash yang terjadi pada tanggal 18 April di mana ada peluang pembalikan harga secara instan yang besar lewat aktivitas short covering,” tambah Douglas.

Kendati demikian, Douglas meyakini, koreksi yang terjadi saat ini sifatnya hanya secara jangka pendek. Sementara secara jangka panjang, ia masih optimistis harga aset kripto masih akan terus bullish.

Faktor-faktor seperti adanya proyeksi US Securities and Exchange Commision (SEC) yang menyetujui Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin, hingga penetrasi institusi dan perusahaan publik yang melakukan pembelian aset kripto dan memasukkannya ke neraca keuangan mereka dinilai akan jadi katalis positif untuk aset kripto.

Baca Juga: Peringatan Warren Buffett kepada investor Bitcoin: Itu akan berakhir dengan buruk

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×