kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.880   -55,00   -0,31%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

Konsolidasi Flexi-Esia, Telkom minta izin KPPU


Jumat, 17 September 2010 / 20:03 WIB


Reporter: Abdul Wahid Fauzie | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) benar-benar serius ingin mengonsolidasikan divisi Telkom Flexi dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Buktinya, Telkom berencana melapor ke KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) untuk memastikan aksinya tidak melanggar peraturan.

"Kami akan meminta izin KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) dan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia)," kata Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah. Permintaan izin ini dilakukan agar TLKM tidak dituduh melakukan monopoli bisnis telekomunikasi.

Maklum saja, Flexi dan Esia adalah pemain terbesar di bisnis telekomunikasi berbasis jaringan Code Division Multiple Access (CDMA). Jumlah pelanggan Flexi saat ini mencapai sekitar 15 juta pelanggan, sementara jumlah pelanggan Esia, merek BTEL, sekitar 10 juta hingga 11 juta.

Menurut Rinaldi, setelah perusahaannya mendapatkan izin dari kedua institusi ini, TLKM dan BTEL baru akan menandatangani perjanjian. "Perjanjiannya bisa saja MoU (Memorandum of Understading), bisa juga MoA (Memorandum of Agreement)," imbuhnya. Sayang, Rinaldi enggan memastikan target izin itu keluar.

Seperti kabar yang sudah beredar luas, sejak lama, Telkom ingin mengonsolidasikan bisnis divisi Tekom Flexi dengan Esia. Tujuannya adalah demi efisiensi.

Beredar rumor, Telkom akan melaksanakan rencananya itu dengan membeli saham baru (rights issue) BTEL. Namun, Rinaldi membantah kabar yang menyebut proses ini akan dilakukan dengan membeli penerbitan saham baru alias rights issue BTEL.

Ia memastikan, dalam proses konsolidasi ini, Telkom tidak akan mengeluarkan dana sedikit pun. Tapi, ia enggan menjelaskan secara lebih rinci skema konsolidasi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×