kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kondisi geopolitik Prancis lemahkan EUR/CAD


Minggu, 26 Februari 2017 / 16:26 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Perbaikan kondisi ekonomi Kanada ternyata mampu melambungkan mata uang dollar Kanada. Pencapaian inflasi di bulan Januari yang berhasil menembus level tertingginya sejak Oktober 2014 justru memperkuat posisi dihadapan euro.

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (24/2) pasangan EUR/CAD terlihat melemah 0,29% ke level 1,38282 dibanding hari sebelumnya.

Tonny Mariano, analis PT Esandar Arthamas Berjangka mengatakan melemahnya euro terhadap dollar Kanada disebabkan karena kondisi geopolitik di kawasan Uni Eropa yang kurang menguntungkan. Gejolak yang timbul dalam pemilihan presiden di Prancis masih menjadi faktor negatif yang menjatuhkan posisi euro.

Padahal sebelum akhirnya ditutup melemah, euro sempat mengalami penguatan terhadap dollar Kanada. Pada Jumat (24/2) pukul 15.14 pasangan EUR/CAD unggul tipis 0,02% di level 1,38702. Pergerakan harga mulai berbalik setelah data inflasi Kanada dirilis positif.

“Sementara itu bagi Kanada, harga minyak yang stabil secara tidak langsung telah membantu perekonomian,” terangnya.

Apalagi ternyata data inflasi Kanada bulan Januari hasilnya melampaui ekspektasi. Kalau sebelumnya diperkirakan inflasi Januari hanya akan menembus level 0,3% tetapi kenyataannya malah mencapai 0,9%. Menurut Tonny dengan hasil ini, kemungkinan nasib pasangan EUR/CAD masih akan melanjutkan pelemahan pada Senin (27/2).

"Kondisi geopolitik tetap memicu euro mengalami pelemahan dihadapan mata uang global," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×