kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Kondisi Eksternal Diyakini Kembali Membuat Rupiah Sideways pada Selasa (22/2)


Senin, 21 Februari 2022 / 16:53 WIB
Kondisi Eksternal Diyakini Kembali Membuat Rupiah Sideways pada Selasa (22/2)
ILUSTRASI. Petugas teller memperlihatkan pecahan 100 dollar US di salah satu bank di Tangerang Selatan, Kamis (18/3). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/18/03/2021.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada perdagangan Selasa (22/2) pergerakan rupiah diproyeksikan masih akan sideways. Adapun di pasar spot pada Senin (21/2), rupiah ditutup di level Rp 14.328 per dolar Amerika Serikat atau melemah tipis 0,007%.

Sementara di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda ini menguat tipis 0,07% ke level Rp 14.329 per dolar AS.

Pada perdagangan besok, ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menjelaskan, pelaku pasar masih akan mencermati sentimen eksternal. Pertama, kelanjutan mengenai ketegangan antara Rusia - Ukraina yang dikhawatirkan akan membuat harga energi meningkat jika konflik berkelanjutan. 

Baca Juga: Masih Ditekan Sentimen Eksternal, Rupiah Bisa Melemah Lagi pada Selasa (22/2)

“Selain itu, pasar juga masih menunggu kebijakan lanjutan The Fed setelah tapering berakhir pada Maret. Apalagi, ada potensi kenaikan suku bunga acuan AS mengingat inflasi AS yang sudah tinggi sekali,” ujar Reny ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (21/2).

Sementara dari dalam negeri, Reny justru menyebut kondisinya jauh lebih baik. Pasalnya, kasus aktif Covid-19 varian Omicron sudah mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Hal ini berujung pada kepercayaan konsumen yang akan kembali naik. Alhasil, kondisi tersebut dinilai masih cukup positif untuk adanya aliran dana asing yang masuk. 

Namun, dengan adanya antisipasi kondisi eksternal, Reny meyakini rupiah akan kembali bergerak sideways pada perdagangan besok. Ia memperkirakan, rupiah akan diperdagangkan pada kisaran Rp 14.300 - Rp 14.366 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×