kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kobexindo Tractors keluar dari kerugian


Rabu, 01 November 2017 / 21:17 WIB
Kobexindo Tractors keluar dari kerugian


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) turut mengikuti tren kondusifnya industri batubara. Pendapatan distributor eksklusif alat berat merk Doosan ini tercatat US$ 44,7 juta dalam sembilan bulan pertama tahun ini, naik 41% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 31,7 juta.

"Pertumbuhan ini tidak lepas dari membaiknya permintaan alat berat untuk industri pertambangan," ujar Humas Saputro, Presiden Direktur KOBX, Rabu (1/11). Segmen penjualan alat berat masih jadi kontributor utama pendapatan KOBX.

Penjualan pada segmen ini tercatat US$ 36,53 juta atau 81,7% dari total pendapatan Kobexindo. Perolehan penjualan segmen ini juga meningkat sekitar 57% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor terbesar kedua bersumber dari penjualan suku cadang (spare part) yakni US$ 4,58 juta atau 10,2% dari total penjualan. Sedangkan segmen jasa perbaikan berkontribusi 4,7 % dan jasa sewa berkontribusi 3,4%.

Dari sisi beban, KOBX mencatat beban pokok US$ 36 juta. Angka ini naik 34% dari sebelumnya US$ 26,71 juta. Kenaikan ini masih di bawah kenaikan pendapatan perusahaan.

Alhasil, KOBX berhasil membukukan laba bersih US$ 1,14 juta. Angka ini jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya ketika KOBX harus menderita rugi bersih US$ 3,29 juta.

Dengan pencapaian ini, manajemen optimistis bakal mampu merealisasikan target kinerjanya hingga akhir tahun. "Pendapatan hingga kuartal III sudah pada jalur yang tepat dengan target pertumbuhan pendapatan minimum 40% hingga akhir 2017," pungkas Humas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×