kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kioson ingin jadi start up pertama yang IPO


Minggu, 06 Agustus 2017 / 19:09 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) memang masih seumur jagung sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tapi, perusahaan sudah punya cita-cita untuk mengantar salah satu entitas usahanya menggelar initial public offering (IPO).

"Rencananya, Kioson akan IPO," ujar Roby Tan, co-founder sekaligus Direktur MKNT akhir pekan lalu, Jumat (4/7).

Kioson merupakan salah satu start up yang bergerak di sektor e-commerce. Kioson bertugas untuk menjembatani digital gap antara pemain e-commerce dan bank dengan pedagang yang lebih mikro seperti para pedagang kelontongan.

Kioson sudah berdiri sejak Mei 2015 lalu. Selama dua tahun, Kioson sudah melayani 1,5 juta pelanggan dengan rata-rata transaksi 500.000 transaksi per bulan.

Kioson juga sudah digunakan di 336 kota di Indonesia serta sudah ada 15.000 outlet Kioson yang tersebar di sejumlah wilayah.

Berdasarkan laporan keuangan MKNT, perusahaan sudah investasi sebanyak 24,7 juta saham dengan nilai seluruhnya Rp 2,47 triliun dalam Kioson. Aset tersebut masuk ke dalam pos aset keuangan yang tersedia untuk dijual.

Jika semua berjalan lancar, maka Kioson bakal menjadi start up pertama di Indonesia yang menggelar IPO. "Secepatnya (IPO)," tambah Roby saat dikonfirmasi apakah IPO tersebut bakal dilakukan tahun depan.

Sejauh ini, masalah pelaporan keuangan masih menjadi isu bagi start up untuk IPO. Namun, manajemen memastikan jika pihaknya sudah memenuhi semua syarat yang diminta dari para regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×