kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kinerja tertekan harga batubara, simak rekomendasi saham Indo Tambangraya (ITMG)


Senin, 16 November 2020 / 11:12 WIB
ILUSTRASI. pertambangan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Foto Dok ITMG


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

BRI Danareksa Seuritas memperkirakan adanya pendapatan yang solid pada kuartal keempat mengingat proyeksi peningkatan produksi batubara sebesar 8,2% secara kuartalan menjadi 5,3 juta ton berkat percepatan produksi di Indominco dan penambangan  di area Jorong.

Sebelumnya, Indominco dilanda hujan lebat sehingga menyebabkan produksi batubara lebih rendah dari perkiraan pada kuartal ketiga.

Selain itu, diharapkan terdapat penurunan lebih lanjut dalam rasio kupas menjadi 9,1 kali pada kuartal keempat yang turun dari realisasi rasio kupas per kuartal ketiga 2020 yang mencapai 10 kali. Hal ini mengingat upaya ITMG untuk mengurangi total biaya sebesar US$ 8 per ton untuk tahun ini.

“Dengan demikian, ITMG mempertahankan target produksi batubara sebesar 19,1 juta ton untuk tahun 2020, yang merupakan batas bawah dari target awal kami sebesar 19 juta ton - 21 juta ton, dengan volume penjualan batubara diperkirakan mencapai 21,6 juta ton,” tulis Stefanus.

Baca Juga: Harga batubara bakal melambung berkat sejumlah katalis ini

Ke depan, Aksay dan Ari memperkirakan curah hujan yang tinggi akibat La Niña akan mulai mempengaruhi produksi batubara Indonesia, sehingga pasokan akan berkurang hingga awal tahun 2021.

Pemulihan ekonomi China dan permintaan jelang musim dingin dapat mendorong permintaan batubara di kuartal keempat.

Kontrol pemerintah China terhadap impor  batubara masih tetap ada. Namun, sejauh ini ITMG tidak memiliki masalah dalam mengekspor ke China, yang merupakan 23% dari total volume penjualan.

Macquarie Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi outperform saham ITMG seiring valuasi yang tidak terlalu tinggi dan adanya potensi naiknya harga batubara di tahun 2021.

Sementara BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 11.000. Rekomendasi ini diambil mengingat ITMG yang terus berfokus pada aset pertambangan batubara untuk menambah cadangan dan serta adanya efisiensi biaya lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×