kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Kinerja Keuangan Emiten Energi Diprediksi Beragam, Ini Catatan Analis


Jumat, 06 Maret 2026 / 15:40 WIB
Kinerja Keuangan Emiten Energi Diprediksi Beragam, Ini Catatan Analis


Reporter: Rashif Usman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang musim publikasi laporan keuangan tahun buku 2025, perhatian pelaku pasar mulai tertuju pada sektor energi. Setelah dua tahun terakhir ditandai dengan ekspansi agresif serta akuisisi aset berbasis energi hijau, periode ini dinilai menjadi ajang pembuktian kinerja fundamental bagi para emiten di sektor tersebut.

Ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee, menilai performa emiten sektor energi saat ini cenderung beragam. Meski demikian, secara umum prospeknya masih dinilai cukup positif.

“Kalau saya perhatikan, sektor energi kinerjanya agak mixed. Ada yang bagus, ada yang tidak. Sangat tergantung pada perusahaannya. Tapi secara umum masih cukup baik,” kata Hans dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Menurut Hans, secara prospek jangka panjang sektor energi tetap menarik, terutama karena meningkatnya kebutuhan listrik global. Ia menyoroti lonjakan konsumsi energi akibat perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Dunia sedang kekurangan energi. Investasi AI besar sekali, dan kebutuhan listrik AI itu bisa dua sampai lima kali lebih besar dibandingkan aktivitas pencarian biasa. Artinya, kebutuhan energi ke depan akan semakin besar,” ujarnya.

Baca Juga: Saham Emiten Energi Kompak Turun pada Perdagangan Selasa (3/3)

Dalam konteks energi baru terbarukan (EBT), Hans berpendapat prospeknya tetap baik dalam jangka panjang karena dorongan global melawan perubahan iklim. Ia mengingatkan bahwa risiko pemanasan global memiliki probabilitas dan dampak yang tinggi, termasuk peningkatan frekuensi bencana. Menurut dia, transisi energi memang diperlukan dan merupakan langkah yang positif. 

“Ya itu memang perlu, karena bagus, perlu. Di Indonesia juga kan sempat ada dorongan dukungan dengan tax hijau. Salah satunya mendorong perusahaan-perusahaan energi fosil, batu bara, supaya transform ke energi terbarukan,” terangnya.

Hans menambahkan, perusahaan energi yang bertransformasi ke EBT tetap menarik untuk dicermati, namun investor perlu melihat kinerja secara lebih mendalam. 

“Secara penelitian memang ada indikasi perusahaan yang bertransformasi ke EBT kinerjanya lebih baik. Tapi belum tentu karena transformasinya. Bisa jadi karena memang perusahaannya sudah bagus sehingga mampu melakukan transformasi,” tambahnya.

Menjelang rilis laporan keuangan kinerja tahun 2025, Hans menilai kinerja emiten dengan portofolio hijau akan tetap bervariasi. 

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Emiten Sektor Energi di Tengah Fluktuasi Harga Komoditas

Adapun sejumlah emiten di Indonesia yang sebelumnya agresif melakukan diversifikasi ke sektor non-batubara kini memasuki fase konsolidasi. Misalnya PT Indika Energy Tbk  dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk yang mendorong diversifikasi menuju bisnis yang lebih berkelanjutan.

Langkah transformasi juga terlihat pada PT TBS Energi Utama Tbk, yang memperluas portofolio ke pengelolaan limbah dan energi terbarukan, dan kini berfokus pada integrasi serta penguatan kinerja operasional.

Di samping itu, pelaku pasar juga memperkirakan 2026 akan menjadi fase seleksi alam bagi emiten energi. Perusahaan dengan struktur biaya efisien, leverage terkendali, serta arus kas yang stabil dinilai akan lebih resilien menghadapi dinamika global. Musim laporan keuangan tahun buku 2025 pun dinilai bukan sekadar agenda rutin, melainkan ujian nyata apakah strategi ekspansi dan transformasi energi benar-benar berbuah pada fundamental yang lebih kuat.

Baca Juga: Medco Energi (MEDC) Pastikan Aset Dekat Zona Konflik di Timur Tengah Tetap Aman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×