kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kinerja Indo Tambangraya Megah (ITMG) masih akan tertekan harga batubara


Senin, 12 Agustus 2019 / 20:09 WIB
Kinerja Indo Tambangraya Megah (ITMG) masih akan tertekan harga batubara
ILUSTRASI. PT Indo Tambangraya Megah Tbk

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan kinerja yang cukup baik di paruh pertama 2019. Perusahaan tambang batubara ini berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan 10,36% menjadi US$ 892,7 juta. Di periode yang sama tahun sebelumnya, ITMG hanya mencatatkan pendapatan sebesar US$ 808,89 juta.

Di satu sisi, beban pokok pendapatan ITMG justru membengkak 25% menjadi US$ 730,3 juta. Pun begitu dengan beban penjualan juga ikut naik 11,4% menjadi US$ 51,9 juta. Alhasil, laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk melorot 31,2% menjadi US$ 70,82 juta. 

Meski masih mencatatkan laba bersih dan kenaikan pendapatan, beberapa analis memprediksi ITMG masih berisiko tertekan oleh harga batubara.

Baca Juga: Pendapatan naik, laba Indo Tambangraya (ITMG) melorot 31%

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali mengatakan, prospek emiten batubara masih akan tertekan. Hal ini akibat industri batubara yang masih tertekan terutama dari segi harga.”Selain itu dari sisi permintaan juga masih lambat,” ujar Frederik kepada Kontan.co.id, Senin (12/8).

Senada dengan Frederik, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya juga melihat emiten yang bergerak di bidang batubara sedang mengalami tantangan yang berat. “Melihat dari komoditas batubara yang memiliki kecenderungan turun sejak 2018, sewajarnya memang cukup menantang bagi emiten,” ungkap William, Senin (12/8).

Pascarilis laporan keuangan, harga saham ITMG ditutup melemah 2,66% ke level Rp 14.650 per saham. Sejak awal tahun hingga hari ini, saham ITMG telah terjun bebas 27,65%. Sementara seminggu ke belakang, saham ITMG tercatat melemah 13,06%.

Baca Juga: Saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) sentuh level terendah, ini kata analis

Turunnya laba ITMG di separuh pertama 2019 disinyalir membuat investor kurang tertarik dengan ITMG. “Ditambah penurunan harga batubara masih menjadi penekan utamanya,” ungkap analis Panin Sekuritas William Hartanto kepada Kontan.co.id, Senin (12/8).

William Hartanto menilai, emiten tambang batubara ini belum prospektif untuk jangka pendek. Pun begitu dengan sahamnya. Untuk itu William merekomendasikan investor untuk wait and see terhadap saham ITMG.

Sementara William Surya menilai ITMG masih prospektif namun untuk jangka yang sangat panjang. “Saya lihat jika jangka panjang bisa, namun lebih ke yang benar-benar jangka panjang. Tantangannya cukup berat karena harga komoditasnya,” pungkas William Surya.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×