kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kinerja Emiten Minimarket AMRT, DNET dan MIDI Kompak Naik, Simak Rekomendasinya


Senin, 12 September 2022 / 20:53 WIB
Kinerja Emiten Minimarket AMRT, DNET dan MIDI Kompak Naik, Simak Rekomendasinya
ILUSTRASI. Sejumlah emiten minimarket kompak mencetak pertumbuhan yang solid sepanjang semester I-2022.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten minimarket kompak mencetak pertumbuhan yang solid sepanjang semester I-2022. Namun kinerja emiten peritel ini akan dibayangi oleh inflasi di sisa tahun ini. 

Misalnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) alias Alfamart mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 47,89 triliun di semester I-2022. Dari bottom line, AMRT berhasil membukukan laba bersih Rp 853,28 miliar atau naik 46,93% secara tahunan.

Kenaikan juga terjadi pada emiten induk Indomaret, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang meraup pendapatan Rp 960,81 miliar dengan laba bersih Rp 651,18 miliar yang melejit 120,59% secara tahunan. 

Baca Juga: Harga Produk Terjaga, Kinerja Alfamart (AMRT) Berjaya

Emiten lainnya, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 48,46% secara tahunan jadi Rp 193,54 miliar. Pendapatnya juga naik dari Rp 6,73 triliun jadi Rp 7,66 triliun.

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mencermati kenaikan kinerja emiten minimarket ini didorong dengan pulihnya mobilitas masyarakat serta ekspansi, terutama AMRT dan MIDI.

Meski ada potensi kenaikan inflasi, dia menilai kinerja emiten minimarket ini tidak akan terkena berpengaruh secara signifikan.

“Kami melihat masyarakat masih akan melakukan belanja untuk memenuhi kebutuhan pokoknya,” papar Azis kepada Kontan.co.id akhir pekan lalu. 

Azis menilai ke depannya emiten minimarket ini masih punya prospek yang menarik. Salah satu pendorongnya adalah ekspansi yang dilakukan para emiten.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebut, kenaikan inflasi akan mendorong masyarakat untuk mengutamakan kebutuhan primer dan sekunder. 

Baca Juga: Harga BBM Naik, Alfamart (AMRT) Optimistis Bisa Cetak Pertumbuhan Kinerja

“Selama kebutuhan primer masih menjadi pilihan, maka saham saham di sektor ini masih bertahan,” jelas Nico.

Memang kalau ada kenaikan daya beli dan konsumsi berpotensi turun, tapi Nico menilai kebutuhan pokok tidak akan lekang oleh situasi dan kondisi yang ada.

Adapun Nico menjagokan saham AMRT dengan target harga Rp 2.300 per saham. Senada, Azis merekomendasikan beli pada ARMT dengan potensi upside 5%-10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×