kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Kinerja emiten melempem turut seret Wall Street


Jumat, 01 Februari 2013 / 06:23 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kanan) meminpin rapat kabinet terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2020). Kinerja sejumlah kementerian ini mendapat sorotan di tengah isu reshuffle kabinet.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Wall Street ditutup di zona merah tadi malam (31/1). Data yang dihimpun Bloomberg memperlihatkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,3% menjadi 1.498,11. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,4% menjadi 13.860,58. Sekitar 7,1 miliar saham berpindah tangan dalam transaksi semalam. Angka tersebut 16% di atas level rata-rata volume transaksi tiga bulanan.

Salah satu sentimen yang menyebabkan Wall Street terpangkas adalah kinerja emiten yang berada di bawah estimasi analis.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Salah satu di antaranya yakni: United Parcel Service Inc yang turun 2,4% setelah memprediksi penurunan laba akibat rendahnya angka pengiriman karena krisis global. Lalu, ada saham Dow Chemical Co yang anjlok 7% setelah pendapatan perusahaan di bawah prediksi akibat penurunan penjualan di Eropa.

Saham ConocoPhillips juga turun 5,1% setelah mengatakan produksi minyak dan gas akan menyentuh level terendah pada tahun ini. Sementara, saham Qualcomm Inc dan JDS Uniphase Corp masing-masing mencatat reli 3,9% dan 17% di tengah pendapatan yang lebih baik dari antisipasi.

Selain itu, pelaku pasar juga memilih untuk menunggu data mengenai tenaga kerja AS yang akan dirilis pada hari ini.

"Pasar membutuhkan udara segar untuk bernafas. Kecuali jika berita ekonomi secara signifikan di atas atau di bawah ekspektasi, maka pasar akan bergerak turun. Data yang beragam berpotensi mendorong aksi profit taking," jelas Eric Green, director of research Penn Capital di Philadelphia.

Sekadar tambahan informasi, indeks S&P 500 sudah menanjak 5% pada bulan ini. Sedangkan indeks Dow Jones sudah reli 5,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×