kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kinerja BOLT tahun ini bakal stagnan


Selasa, 07 Juli 2015 / 14:15 WIB
Kinerja BOLT tahun ini bakal stagnan


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Manajemen PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menetapkan target moderat untuk tahun ini. Merosotnya kinerja bisnis otomotif dan barang konsumsi turut membuat peforma perseroan ini terseok-seok.

Erwin Wijaya, Direktur BOLT mengatakan, kinerja perseroan tahun ini ditargetkan minimal sama dengan tahun lalu. "Di semester pertama hasilnya kurang baik, terjadi kontraksi sekitar 15%," ujarnya, Selasa (7/7).

Sepanjang 2014, Garuda Metalindo membukukan pendapatan sebesar Rp 961,8 miliar atau tumbuh 8,1% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 889,7 miliar. Laba bersih tercatat sebesar Rp 114,3 miliar. Adpaun di tahun 2013, perseroan merugi sebesar Rp 19,8 miliar.

Tahun ini, BOLT memproyeksikan pendapatan sekitar Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun. Sedangkan laba bersih, diharapkan bisa sedikit di atas tahun lalu. Demi mencapai target itu, perseroan berencana melakukan efisiensi.

Efisiensi yang dilakukan berupa modernisasi dan melakukan automasi. Hal ini diakukan mengingat ongkos pekerja yang dinilai memberatkan. Berarti akan ada pengurangan karyawan.

Selain untuk efisiensi, modernisasi mesin dan automasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan. Saat ini, kapasitas produksi perseroan sekitar 2.000 ton per bulan. Iklim bisnis otomotif memang masih lesu.

Namun, kata Erwin, pihaknya tetap harus bersiap untuk menghadapi adanya potensi kenaikan permintaan. Demi memuluskan rencana ini, Garuda mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 50 miliar hingga 60 miliar. Seperti diketahui, BOLT meraup dana segar dari hasil hajatan penawaran saham perdana seebsar Rp 257,81 miliar.

Alokasi untuk belanja modal sebesar 28% atau sekitar Rp 72,18 milar. Lebih lanjut, saat ini, perusahaan bersiap memenuhi permintaan produk baru dari beberapa klien. Namun, manajemen Garuda belum mau membeberkan lebih rinci mengenai hal tersebut. "Ada yang merelokasi perusahaan dari Jepang ke Indonesia, mereka sangat butuh baut," tutur Erwin.

Sebagai strategi jangka panjang, perseroan akan memperluas pasar ekspor. Saat ini kontribusi penjualan ke luar negeri baru 2,5%-3%. Tiga hingga empat tahun ke depan, perusahaaan menargetkan porsi ekspor bisa sampai 25%. Adapun, pasar ekspor Garuda Metalindo saat ini antara lain Jerman, Brazil, Vietnam, dan Thailand.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×