kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.590   37,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kilau si kuning di Asia masih belum kinclong


Rabu, 04 Juni 2014 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Kurs rupiah diprediksi menguat pada perdagangan Senin (9/1). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia masih belum dapat beranjak naik pada hari ini (4/6). Di pasar Asia, pada pukul 14.12 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat diperdagangkan di level US$ 1.245,90 per troy ounce. Kemarin, harga emas jatuh kelevel US$ 1.240,73 per troy ounce, yang merupakan level terendah sejak 31 Januari lalu.

Sementara itu, harga kontrak emas untuk pengantaran Agustus diperdagangkan di posisi US$ 1.246,10 per troy ounce di Comex, New York.

Penurunan harga emas disinyalir akibat aksi wait and see investor atas pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB). Banyak analis yang memprediksi, ECB akan menambah stimulusnya ke pasar finansial. Selain itu, pasar juga meramal, akan terjadi penambahan jumlah tenaga kerja AS sehingga akan mendorong the Federal Reserve untuk melanjutkan pemangkasan nilai stimulus mereka.

"Harga emas sulit bergerak naik karena sepertinya investor menunggu kebijakan yang akan diambil ECB dan dirilisnya data tenaga kerja AS sebelum berkomitmen besar terhadap emas atau sebaliknya," urai James Steel, analis HSBC Securities Inc.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×