kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.737.000   34.000   1,26%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Kilau Emas Memudar dan Bersiap Untuk Penurunan Bulanan Terburuk Sejak September


Senin, 31 Januari 2022 / 12:29 WIB
Kilau Emas Memudar dan Bersiap Untuk Penurunan Bulanan Terburuk Sejak September
ILUSTRASI. harga emas turun lagi dan berada di jalur penurunan bulan terbesar sejak September 2021


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas kembali turun pada hari ini dan ditetapkan untuk penurunan bulanan terbesar sejak September 2021. Ini terjadi karena pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi oleh Federal Reserve dan dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat memberikan tekanan lebih lanjut pada emas.

Senin (31/1) pukul 12.15 WIB, harga emas spot turun 0,3% ke US$ 1.786,26 per ons troi, dan membuat penurunan bulanan menjadi lebih dari 2%.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman April 2022 bergerak datar di US$ 1.786,50 per ons troi.

"Hanya saja kelanjutan dari suku bunga riil bergerak lebih tinggi lagi dan itu menghasilkan latar belakang yang lebih negatif untuk emas, dan saya pikir fokus minggu ini adalah pada non-farm payroll pada hari Jumat," kata Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management.

"Pasar hanya mengharapkan 100.000-150.000 pekerjaan baru. Jadi, jika kita mendapatkan sesuatu yang lebih tinggi, itu akan semakin meningkatkan kemungkinan kenaikan 50 basis poin di bulan Maret," lanjut Innes.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 1.000 Menjadi Rp 927.000 Per Gram Pada Hari Ini (31/1)

The Fed memang berencana untuk menaikkan suku bunga pada bulan Maret dengan asumsi bahwa ekonomi sebagian besar akan menghindari dampak dari virus corona varian Omicron dan terus tumbuh pada lingkup yang sehat.

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Indeks dolar melayang mendekati skala tertinggi dalam 18-bulan pada Jumat (28/1), karena para pedagang mengamati pertemuan bank sentral Australia, Inggris dan Eropa yang akan datang.
Dengan posisi the greenback yang lebih kuat, membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Innes mengatakan kemungkinan kenaikan suku bunga dari Bank of England (BoE) dapat memperlambat dolar AS dari apresiasi lebih lanjut, yang dapat menempatkan lantai di bawah harga emas safe-haven.

Sementara itu, Analis Teknikal Reuters Wang Tao melihat, harga emas spot mungkin menguji resisten di US$ 1.803 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×