kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ketidakpastian global sedikit mereda, rupiah semakin perkasa


Jumat, 06 September 2019 / 17:10 WIB
Ketidakpastian global sedikit mereda, rupiah semakin perkasa
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melanjutkan tren penguatan pada Jumat (6/9). Peningkatan ini sekaligus menunjukkan rupiah kembali perkasa selama sepekan ini. 

Data Bloomberg menunjukkan kurs rupiah di pasar spot ditutup menguat ke level Rp 14.101 per dolar AS, naik 0,38% dibanding sehari sebelumnya. Selama sepekan, rupiah menguat 0,68%.

Sementara itu, di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah ada di level Rp 14.140 per dolar AS, menguat 0,09% dibanding sehari sebelumnya. Selama sepekan, rupiah di kurs tengah BI juga menguat 0,68%.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebutkan sentimen eksternal masih menjadi penopang mata uang garuda pada pekan ini. Menurutnya, salah satu sentimen utama yang mendominasi ialah kondisi yang membaik di Hong Kong. 

Hal ini ditunjukkan dengan demo-demo yang mulai berkurang. "Pemicu membaiknya ya karena pemerintah Hong Kong menghapus RUU ekstradisi yang selama ini ditentang," jelas Josua.

Baca Juga: Ekonom: Peningkatakan cadangan devisa Agustus dari devisa migas dan penerimaan valas

Josua juga bilang bahwa kondisi membaik juga datang dari situasi perang dagang AS dan China. Hal ini disebabkan dengan adanya kemungkinan proses negosiasi dagang yang akan segera dilakukan.

Analis Monex Investindo Ahmad Yudiawan juga berpendapat kondisi perang dagang yang mulai reda menjadi penopang penguatan rupiah. Menurut Yudi, negosiasi antara AS dan China yang akan segera dilakukan dapat meningkatkan optimisme dan bisa mendorong kemajuan ekonomi global.

Dari dalam negeri, Yudi mengatakan ada sentimen positif dari cadangan devisa yang dirilis pekan ini. Dari data tersebut menunjukkan bahwa cadangan devisa domestik mengalami peningkatan. 

"Cadangan devisa naik semakin memantapkan rupiah," papar Yudi.

Untuk pekan depan, Josua dan Yudi sepakat rupiah masih akan melanjutkan penguatannya walaupun sedikit terbatas. 

Josua bilang, pasar saat ini menunggu data-data AS yang akan dirilis, salah satunya ialah data tingkat pengangguran. Jka data-data tersebut berada di bawah ekspektasi pasar, kata Josua, maka bisa mendorong penguatan rupiah.

Baca Juga: Rupiah hari ini terus menguat 0,15% Rp 14.134 per dolar AS

Sedangkan Yudi menilai penguatan terbatas karena menunggu perkembangan baru lagi dari perang dagang AS dan China. "Jika tidak ada tarik ulur lagi, bisa menguat," papar Yudi.

Pekan depan Josua memprediksi rupiah akan di kisaran Rp 14.050 -Rp 14.200 per dolar AS. Sedangkan Yudi menilai mata uang garuda akan menguat terbatas di kisaran Rp 14.000-Rp 14.150 per dolar AS. 




TERBARU

Close [X]
×