kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Ketegangan perang dagang dan harapan penurunan suku bunga membayangi Wall Street


Rabu, 12 Juni 2019 / 21:39 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street merosot pada perdagangan Rabu (12/6), dipicu kekhawatiran berlarut-larutnya perang dagang Amerika Serikat (AS) – China. Meski demikian, penurunan Wall Street dibatasi oleh rilis data inflasi yang mendukung penurunan suku bunga.

Mengutip Reuters, pukul 9:55 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 8,88 poin, atau 0,03% pada 26.039,63, S&P 500 turun 1,35 poin, atau 0,05% pada 2.884,37 dan Nasdaq Composite turun 16,18 poin, atau 0,21% di 7.806,39.

Asal tahu, data ekonomi terbaru AS menunjukkan harga konsumen naik 0,1% pada Mei, sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters dan menunjukkan inflasi yang moderat.

"Kami tidak melihat banyak tanda merayapnya inflasi, atau setidaknya meningkatkan inflasi. Itulah salah satu hal yang membuat Federal Reserve berpikir untuk menurunkan suku bunga akhir tahun ini," kata Art Hogan, chief market strategist National Securities di New York.

Hogan juga menyinggung sentimen berlarutnya perang dagang AS dengan China. "Pasar akan senang melihat kita kembali ke meja perundingan. Semakin lama ketegangan perdagangan ini berlangsung, kerusakan paling besar akan terjadi pada perekonomian, dan berimbas ke pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Kekhawatiran baru meletusnya perang dagang setelah Preside Donald Trump mengatakan tidak tertarik untuk bergerak maju menyelesaikan perundingan, kecuali Beijing menyetujui empat atau lima poin utama. Pernyataan itu muncul kurang dari tiga pekan sebelum pembicaraan AS dan China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×