kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ketegangan Geopolitik Reda, Harga Tembaga Global Berbalik Arah?


Kamis, 22 Januari 2026 / 12:33 WIB
Ketegangan Geopolitik Reda, Harga Tembaga Global Berbalik Arah?
ILUSTRASI. Harga Tembaga (REUTERS/Florence Lo)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga tembaga berjangka di Pasar Comex stabil di dekat US$ 5,8 per pon pada hari Kamis (22/1), setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Sementara harga tembaga di pasar London Metal Exchange (LME)  menguat 0,44% secara harian di US$ 12.810 per ton pada Senin (21/1)

Selera risiko di pasar komoditas membaik di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan perdagangan atas Greenland. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (22/1), Presiden AS Donald Trump menolak menggunakan kekuatan militer untuk mengakuisisi Greenland dan mengurangi ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa setelah mencapai kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan dengan NATO. 

Sementara itu, persediaan tembaga di gudang yang disetujui Comex AS naik di atas 500.000 metrik ton untuk pertama kalinya, karena para pedagang mengalihkan pengiriman ke AS menjelang potensi tarif. 

Dari sisi permintaan, pembelian dari pabrik di konsumen utama Tiongkok terhambat oleh harga yang sangat tinggi. Aktivitas pembelian tetap lesu menjelang Tahun Baru Imlek, karena insentif biasanya hanya menguat ketika harga turun di bawah 95.000 yuan per ton menurut para ahli industri.

Selanjutnya: QRIS Tap Melesat, BI Catat Transaksi Tembus Rp 28 Miliar di Akhir 2025

Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 22 Januari-4 Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×