kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.860   17,00   0,10%
  • IDX 8.211   -54,45   -0,66%
  • KOMPAS100 1.157   -10,90   -0,93%
  • LQ45 829   -10,46   -1,25%
  • ISSI 294   -1,41   -0,48%
  • IDX30 432   -4,02   -0,92%
  • IDXHIDIV20 516   -5,32   -1,02%
  • IDX80 129   -1,31   -1,00%
  • IDXV30 143   -0,36   -0,25%
  • IDXQ30 139   -1,85   -1,31%

Kepemilikan Investor Asing di Pasar SBN Meningkat, Ini Kata Pengamat


Selasa, 08 November 2022 / 20:39 WIB
Kepemilikan Investor Asing di Pasar SBN Meningkat, Ini Kata Pengamat
ILUSTRASI. Karyawan memantau perdagangan pasar modal pada sebuah kantor sekuritas di Jakarta.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Masuknya kembali investor asing ke pasar surat utang Indonesia belum cukup signifikan. Meningkatnya investor asing beberapa waktu ini dinilai wajar.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) per 4 November 2022 menunjukkan total kepemilikan investor asing di Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 715,60 triliun.

Padahal, dana investor asing tercatat hanya Rp 713,23 triliun pada 31 Oktober 2022. Artinya, ada kenaikan tipis 0,33% dalam rentang waktu tersebut.

Presiden dan CEO PT Pinnacle Persada Investama Guntur Putra mengatakan, memang ada kenaikan tipis terkait dana asing beberapa hari ini. Namun, dari sisi jumlah investor belum signifikan.

Baca Juga: Ramai Peminat, Lelang SUN Tembus Rp 23 Triliun pada Hari Ini (8/11)

"Hal ini juga sangat wajar karena kondisi pasar juga berfluktuasi jadi dari sisi penempatan alokasi investor asing di SBN juga bisa berubah setiap saat," ucap Guntur kepada Kontan.co.id, Selasa (8/11).

Pasalnya, momentum masuknya asing awal November ini seiring kenaikan suku bunga AS pada (2/11). 

Dimana hasil rapat The Fed tersebut berpotensi untuk menyudahi agresivitas peningkatan suku bunga pada Desember. Sehingga, kondisi peningkatan investor asing di SBN menciptakan spekulasi bahwa pasar mulai beralih dari AS menuju obligasi Indonesia.

Secara prospek, Guntur menilai pasar surat utang tanah air masih cukup baik. Salah satu faktornya adalah perubahan tingkat imbal hasil (yield).

"Selain itu, di tengah tren kenaikan suku bunga juga dapat mempengaruhi harga obligasi dan dari sisi investor asing mungkin lebih baik masuk untuk kembali menempatkan dana ke SBN secara bertahap," papar Guntur.

Baca Juga: Potensi Asing Masuk Pasar SBN Terhambat Kenaikan Bunga Fed

Dia menjelaskan, tren kenaikan tingkat suku bunga dari sisi harga SBN masih bisa mengalami koreksi atau penurunan karena kondisi suku bunga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga obligasi.

Logikanya, ketika suku bunga meningkat, secara keseluruhan harga obligasi akan turun dan begitu pula sebaliknya. Tekanan jual dalam pasar SBN justru dapat menjadi momentum masuknya investor karena harga obligasi bakal turun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×