kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kenaikan produksi dan harga CPO menopang LSIP


Selasa, 01 Agustus 2017 / 06:15 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan kinerja yang memuaskan sepanjang semester I 2017. Emiten perkebunan ini berhasil mencapai kenaikan pendapatan dan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan LSIP tumbuh 49,3% dan laba melonjak hingga 307,95%.

Dari Januari – Juni, LSIP mengantongi pendapatan Rp 2,47 triliun atau meningkat dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp 1,65 triliun. Kemudian laba yang diperoleh perusahaan meningkat dari Rp 112,64 miliar di semester I 2016 menjadi Rp 459,53 miliar. “Kinerja yang positif ini karena selepas efek El Nino produksi CPO produksi memang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” ujar Joni Wintarja, analis PT NH Korindo kepada Kontan, Senin (31/7).

Meskipun produksi karet LSIP tercatat menurun 5%, tetapi produksi CPO terus melaju. Selama semester I, produksi tandan buah segar (TBS) LSIP tercatat naik 19,7% ke level 585.576 ton. Kenaikan tersebut juga diikuti dengan produksi CPO tumbuh sekitar 17,7% menjadi 180.526 ton.

Di lain pihak Yosua Zisokhi, analis PT MNC Securities melihat, selain karena kenaikan produksi, lonjakan pendapatan dan laba LSIP semester pertama lalu juga terbantu oleh harga CPO yang juga mengalami peningkatan khususnya di kuartal I. Selama Januari – Maret, harga minyak sawit mentah bergerak di kisaran RM 3.000 – RM 3.100 per metrik ton. Kemudian di kuartal II terjadi penurunan di rentang RM 2.500 – RM 2.600 per metrik ton. "Kenaikan ini wajar karena harganya lebih baik dari tahun lalu," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×