Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) menambah produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di saat harga CPO dalam tren naik. Faktor pertumbuhan produksi dan harga tersebut ujungnya membawa dampak positif pada kinerja SSMS.
Di semester pertama 2020 penjualan SSMS mencapai Rp 1,76 triliun, naik 18,43% dibandingkan dengan penjualan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,49 triliun. Kenaikan penjualan tersebut menghasilkan laba bersih Rp 100,61 miliar. Sekedar catatan, SSMS mencatatkan rugi bersih Rp 15,01 miliar di semester pertama 2019.
Analis Philip Sekuritas Michael Filbery mengatakan, kinerja SSMS di semester awal tahun ini didukung oleh peningkatan produksi. Realisasi produksi CPO SSMS mencapai 215.072 ton. Jumlah tersebut naik 11,19% secara tahunan.
Hingga September, realisasi produksi CPO SSMS mencapai 319.533 ton. SSMS memiliki target produksi 600.956 ton hingga akhir tahun ini.
Baca Juga: Ditopang Harga, Kinerja Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Membaik
Selanjutnya, kinerja SSMS positif karena peningkatan produksi diiringi dengan kenaikan harga CPO. "Capaian kinerja SSMS di semester awal tahun ini sudah mencapai 48% dari target kami terhadap penjualan SSMS di sepanjang tahun ini," kata Michael.
Mayoritas penjualan kepada perusahaan afiliasi, yaitu PT Citra Borneo Utama juga turut menyokong kinerja SSMS. Tercatat porsi penjualan tersebut sebesar 71% dari keseluruhan penjualan SSMS.
Michael mengamati Sawit Sumbermas berhasil mencapai efisiensi produksi. Hal ini tercermin dari penurunan biaya pupuk, pengolahan, dan biaya panen. Pendorong kinerja SSMS juga datang dari peningkatan margin laba operasional menjadi 22% di semester pertama tahun ini. Angka tersebut dua kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 11%.
Hingga akhir tahun, Michael memproyeksikan harga CPO berpotensi masih tumbuh. Prospek ekspor CPO meningkat seiring dengan kenaikan permintaan CPO di China pada awal tahun 2021.
Baca Juga: Sawit Sumbermas (SSMS) kejar target produksi 600.956 ton CPO sampai tutup tahun
Selain itu, La Nina berpotensi mengganggu produksi CPO di tahun ini. Alhasil, stok CPO di Indonesia dan Malaysia bisa turun. "Cadangan yang berkurang akan berpengaruh pada peningkatan harga CPO," kata Michael. Hingga akhir tahun ini, Michael memprediksi harga CPO akan menguji di RM 3.200 per ton.
Di satu sisi, permintaan CPO cenderung akan meningkat hingga akhir tahun. Penyebabnya, harga kacang kedelai sudah kembali meningkat karena aktivitas ekonomi di China juga sudah berjalan. Peningkatan harga kacang kedelai akan berpengaruh pada peningkatan permintaan CPO.
Belum lagi, permintaan CPO dari dalam negeri masih berlanjut setelah adanya implementasi kebijakan B40. Sentimen ini akan meningkatkan utilitas rata-rata dari produsen biodiesel. Alhasil, Michael memproyeksikan harga CPO masih berpeluang untuk meningkat.
Michael melihat tantangan bagi kinerja SSMS ke depan adalah model produksi yang masih fokus di bisnis hulu (upstream). Michael melihat prospek permintaan produk turunan CPO akan meningkat, terutama dari negara tujuan ekspor CPO Indonesia. "SSMS masih perlu mendiversifikasi produk penjualan ke dalam bentuk downstream dan diversifikasi dapat meningkatkan value dari penjualan SSMS," kata dia.
Baca Juga: Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) cetak laba Rp 100,61 miliar di semester I 2020
Michael mengamati luas kebun SSMS lebih kecil dibanding kompetitornya. Namun, umur rata-rata tanaman Sawit Sumbermas masih sangat muda di kisaran 11 tahun. Sementara, rata-rata umur tanaman pesaingnya mencapai 15 tahun.
"Umur tanaman yang masih prime menurut kami sangat menyokong kualitas produksi TBS dan CPO dari SSMS," kata Mihcael. Tak heran yield tandan buah segar (TBS) SSMS mencapai 24 metrik ton per hektare lebih tinggi dibandingkan rata-rata pesaingnya yang sebesar 19 metrik ton per hektare.
Michael juga menilai produksi CPO SSMS tergolong efektif dan efisien. Hal ini terlihat dari produksi CPO mencapai 5,6 metrik ton per hektare, lebih besar dibandingkan pesaingnya yang sebesar 4,4 metrik ton per hektare.
Baca Juga: Likuiditas Sawit Sumbermas (SSMS) akan Terbebani Kinerja Induk Usaha
Hingga akhir tahun, Michael memproyeksikan produksi SSMS mencapai 430.000 ton. Untuk akhir tahun ini Michael tetap optimistis pendapatan dan laba operasional SSMS bisa tumbuh 11% dan 15% secara tahunan.
Untuk di 2021, Michael juga memandang positif kinerja SSMS. Sentimen positif di tahun depan datang dari adanya vaksin Covid-19. Dengan begitu, aktivitas ekonomi, khususnya bisnis manufaktur bisa kembali berjalan normal di tahun depan. Ujungnya, permintaan terhadap produk CPO dan turunannya akan meningkat dan menjadi sentimen positif bagi kinerja SSMS.
Michael merekomendasikan buy SSMS dengan target harga Rp 990 per saham. Sementara, M. Nafan Aji Analis Binaartha Sekuritas merekomendasikan hold di target harga Rp 850 per saham untuk jangka pendek hingga menengah. Sedangkan, Andy Wibowo Gunawan Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan buy saham SSMS di Rp 1.100 per saham.
Baca Juga: Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Genjot Produksi Sawit di Semester II-2020
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)