kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Kekhawatiran varian Omicron mulai mereda, rupiah berpeluang menguat pada Rabu (8/12)


Selasa, 07 Desember 2021 / 18:26 WIB
ILUSTRASI. Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah berhasil mencatatkan kinerja positif pada perdagangan hari ini, Selasa (7/12). Rupiah di pasar spot berhasil ditutup di level Rp 14.378 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,44%.

Penguatan rupiah juga terjadi di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI). Tercatat, mata uang Garuda ini mengalami penguatan 0,23% dan ditutup di level Rp 14.408 per dolar AS.

Analis DC Futures Lukman Leong menjelaskan, saat ini penguatan rupiah tidak terlepas dari risk appetite pelaku pasar yang meningkat. Alhasil, dolar AS yang kemarin sempat jadi primadona mulai ditinggalkan dan berakhir melemah.

Baca Juga: Rupiah Jisdor rebound ke Rp 14.408 per dolar AS pada Selasa (7/12)

Untuk perdagangan Rabu (8/12), Lukman menyebut rupiah ada potensi melanjutkan penguatan. Ia meyakini sentimen positif yang terjadi pada hari ini masih akan kembali berlanjut.

“Salah satu faktor pemicunya adalah meredanya kekhawatiran akan varian Omicron yang berdasarkan data-data tersedia, hanya menunjukkan gejala yang ringan,” jelas Lukman kepada Kontan.co.id, Selasa (7/12).

Dengan risk appetite investor yang masih berlanjut, Lukman memperkirakan rupiah akan menguat dan berada di kisaran Rp 14.350 - Rp 14.475 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×