kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kecemasan meningkat, mata uang Asia kembali terdepresiasi


Senin, 05 Desember 2011 / 11:11 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KUALA LUMPUR. Mayoritas mata uang Asia hari ini mencatatkan pelemahan. Ringgit malaysia dan dollar Taiwan merupakan dua mata uang yang melemah paling dalam.

Asal tahu saja, Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index mencatatkan penurunan di hari kedua. Sementara, pada pukul 10.50 waktu Kuala Lumpur, ringgit Malaysia melemah 0,6% menjadi 3,1385 per dollar. Pada 2 Desember lalu, ringgit sempat bertengger di posisi 3,1155, yang merupakan level paling perkasa sejak 9 November lalu. Sementara, dollar terdepresiasi 0,2% menjadi NT$ 30,204. Sedangkan yuan melemah 0,1% menjadi 6,3655.

Pelemahan mata uang Asia terjadi seiring kecemasan investor bahwa krisis utang Eropa akan memukul tingkat ekspor di kawasan regional, sehingga akan memangkas permintaan aset-aset emerging market.

"Risiko pelemahan masih mengintai mata uang Asia yang terpengaruh dari arus dana asing dan volatilitas dari Eropa. Dari segi ekonomi, kita akan mengalami penurunan permintaan juga," jelas Teck Kin Suan, ekonom United Overseas Bank Ltd di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×