kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.058   98,00   0,55%
  • IDX 5.233   -630,78   -10,76%
  • KOMPAS100 669   -92,44   -12,14%
  • LQ45 519   -70,82   -12,00%
  • ISSI 180   -21,76   -10,81%
  • IDX30 290   -38,34   -11,66%
  • IDXHIDIV20 378   -45,20   -10,69%
  • IDX80 77   -10,55   -12,09%
  • IDXV30 104   -11,64   -10,06%
  • IDXQ30 96   -12,22   -11,31%

Kebutuhan Refinancing Tinggi, Obligasi Korporasi 2027 Bisa Tembus Rp 189 Triliun


Jumat, 16 Oktober 2026 / 10:54 WIB
Kebutuhan Refinancing Tinggi, Obligasi Korporasi 2027 Bisa Tembus Rp 189 Triliun
ILUSTRASI. Penerbitan obligasi dan sukuk korporasi diproyeksi mencapai Rp 189 triliun pada 2027, didorong kebutuhan refinancing emiten. (KOMPAS/Priyombodo)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan pembiayaan kembali surat utang yang jatuh tempo menjadi faktor utama yang menopang prospek pasar obligasi dan sukuk korporasi di Indonesia. Nilai penerbitan surat utang korporasi diperkirakan tetap tinggi hingga akhir 2026 dan berlanjut pada tahun depan.

Head of Investment Specialist Sinarmas Asset Management Domingus Sinarta Ginting memproyeksikan, momentum penerbitan obligasi dan sukuk korporasi berdenominasi rupiah pada 2027 akan tetap kuat, terutama didorong oleh kebutuhan refinancing yang signifikan.

Ia mencatat, nilai jatuh tempo surat utang korporasi pada 2027 mencapai sekitar Rp 159 triliun. Jatuh tempo tersebut sebagian besar terkonsentrasi pada Juli, Maret, dan September.

Dengan kondisi tersebut, penerbitan obligasi dan sukuk korporasi pada 2027 diperkirakan mencapai Rp 189 triliun, dengan kisaran proyeksi Rp 159 triliun hingga Rp 219 triliun.

Baca Juga: Yield SUN Menanjak di Tengah Sentimen Tekanan Jual Domestik dan Pelemahan Rupiah

Prospek tersebut sejalan dengan aktivitas penerbitan surat utang korporasi yang masih tinggi sepanjang 2026. Pada periode Januari hingga September 2026, realisasi penerbitan telah mencapai Rp 130 triliun.

Sementara itu, nilai surat utang korporasi yang jatuh tempo pada Oktober hingga Desember 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp 42 triliun. Besarnya kebutuhan pembayaran tersebut berpotensi mendorong penerbitan surat utang baru pada kuartal IV-2026 hingga Rp 50 triliun.

Dengan demikian, total penerbitan surat utang korporasi sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai Rp 180 triliun.

"Berdasarkan data KSEI secara year-to-date 2026, sektor Financial Institution menjadi kontributor terbesar dalam penerbitan obligasi dan sukuk korporasi, dengan nilai Rp 43,8 triliun atau sekitar 34% dari total penerbitan Rp 130 triliun," kata Domingus kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).

Domingus menjelaskan, dominasi sektor Financial Institution diikuti oleh sektor Pulp & Paper dengan kontribusi sebesar 16% dan perbankan sebesar 11%.

Baca Juga: MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, IHSG Anjlok

Secara akumulatif, ketiga sektor tersebut menyumbang sekitar 60% dari total penerbitan surat utang korporasi sepanjang tahun berjalan.

"Dominasi ini terutama didorong oleh besarnya kebutuhan pendanaan dan refinancing," imbuh Domingus.

Dari sisi imbal hasil atau yield, Domingus memperkirakan obligasi korporasi bertenor tiga tahun akan menawarkan yield sekitar 8,0% untuk peringkat AAA dan 9,1% untuk peringkat A.

Proyeksi tersebut mengacu pada asumsi fair yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun sebesar 7,75%, atau meningkat 57 basis poin.

Ke depan, pergerakan yield dan realisasi penerbitan obligasi serta sukuk korporasi masih perlu dicermati. Sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pasar antara lain dinamika suku bunga global, ketidakpastian pasar keuangan, serta perubahan premi risiko kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×