kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kebut Proyek IKN dan PSN, WIKA Tetapkan Harga Rights Issue Rp 197 Per Saham


Selasa, 02 April 2024 / 13:28 WIB
Kebut Proyek IKN dan PSN, WIKA Tetapkan Harga Rights Issue Rp 197 Per Saham
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas dengan gondola membersihkan logo WIKA?di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/03/01/2024


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) telah menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II alias rights issue sebesar Rp 197 per saham.

Melansir keterbukaan informasi BEI, WIKA menawarkan 46,81 miliar saham baru seri B dengan nominal Rp 100 per saham.

Sementara itu, harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 197 per saham atau mewakili 83,92% dari modal ditempatkan. Sehingga, total dana dari aksi korporasi ini diperkirakan mencapai Rp 9,2 triliun.

Asal tahu saja, rights issue merupakan pintu masuk penyertaan modal negara PMN sebesar Rp 6 triliun untuk WIKA.

Baca Juga: Vale Indonesia (INCO) Bidik Produksi Nikel 70.800 Ton Tahun Ini

“Setiap pemegang 100 juta saham biasa yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 18 April 2024 berhak atas 521,98 juta HMETD,” ujar manajemen dalam prospektus di keterbukaan informasi.

Pemerintah memiliki satu saham Seri A Dwiwarna dan 5,83 miliar saham Seri B. Pemerintah Indonesia akan melaksanakan HMETD yang menjadi porsinya dalam PMHMETD II ini melalui penambahan penyertaan modal negara sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2024 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Wijaya Karya Tbk.

Beleid itu mengatur bahwa Negara Republik Indonesia melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam modal saham Perseroan dengan nilai penambahan penyertaan modal negara sebesar paling banyak Rp 6 triliun.

Dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024 sebagaimana ditetapkan kembali dalam Rincian APBN Tahun 2024.

Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD atau cum-right di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 16 April 2024. Sementara, di pasar tunai berlangsung pada 18 April 2024.

HMETD ini dapat diperdagangkan dan dilaksanakan selama lima hari kerja mulai tanggal 22 April 2024 sampai dengan tanggal 26 April 2024.

Baca Juga: Laba Medco Energi (MEDC) Turun 37% pada Tahun Lalu, Ini Penyebabnya

Sementara, HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Pencatatan Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di Bursa Efek pada tanggal 22 April 2024.

“Pemegang Saham yang tidak menggunakan haknya untuk melaksanakan HMETD dapat terdilusi sebesar maksimum 83,92% setelah dilaksanakannya PMHMETD II,” paparnya.




TERBARU

[X]
×