kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

KDB Daewoo: Pasar modal Indonesia masih dangkal


Kamis, 05 Desember 2013 / 15:04 WIB
ILUSTRASI. Inilah 4 Cara Mengangkat Sel Kulit Mati dengan Benar, Cobain Yuk!


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. KDB Daewoo Securities mengintip peluang di bisnis sekuritas di Indonesia. Pasalnya, perusahaan sekuritas asal Korea Selatan itu menilai, pasar modal Indonesia memiliki peluang berkembang lebih besar.

Kimbum Kim, CEO KDB Daewoo Securities bilang, pasar modal Indonesia saat ini masih terbilang sebagai pasar modal yang dangkal. "Pasar Indonesia harus memperbesar dan memperdalamnya," pungkas Kim di Hotel Ritz Carlton, Kamis (5/12).

Penilaian dangkal yang dimaksud Kim itu, mengacu pada dampak tapering Amerika Serikat yang bisa membuat goyang pasar modal. Hal tersebut terlihat dari keluar masuknya dana ke pasar modal kertika isu tapering di AS mencuat.

Ciri itulah yang dinilai Kim sebagai bentuk kedangkalan pasar modal. "Semakin mendalam pasar itu, semakin bisa pasar itu meredam fluktuasi yang terjadi," ujarnya.

Salah satu cara memperkuat atau memperdalam pasar modal Indonesia itu menurut Kim adalah, menjaga iklim investasi pasar modal. Peran ini, kata Kim, merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia.

Beberapa kebijakan yang bisa ditempuh pemerintah menurut Kim diantaranya, membuat kebijakan keringanan pajak serta mempermudah regulasi pasar modal menjadi lebih fleksibel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×