Reporter: Anna Suci Perwitasari |
JAKARTA. Karena tak sanggup melunasi utang anak usahanya, PT Kertas Basuki Rahmat Indonesia Tbk (KBRI) akan menerbitkan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) senilai Rp 51,91 miliar. Saham baru dimaksudkan untuk mengonversi utang anak usaha dari PT Wahyu Berkat Abadi (WBA) selaku pemilik hak tagih.
"KBRI tidak sanggup membayar atau melunasi utang kepada WBA (anak usaha). Dan selaku pemegang saham pengendali di KBRI akan melakukan restrukturisasi dengan mengikatkan diri menyelesaikan utang WBA yang akan dilakukan dengan menerbitkan saham baru," kata Sekretaris Perusahaan KBRI Tiur Simamora, dalam rilis yang diberikan perusahaan, Senin (19/9).
Rencananya penerbitan saham HMETD dilakukan selambat-lambatnya pada 30 September 2011. Perusahaan pun akan segera meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) yang diselenggarakan 21 September mendatang.
"Dengan konversi utang ke saham, menjadikan rasio utang terhadap modal (DER) KBRI menjadi lebih baik, serta menjaga kondisi operasional anak usaha," pungkas Tiur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News