Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fluktuasi pasar saham menyebabkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tergerus. Berdasarkan data RTI, siang ini, Selasa (4/9), nilai kapitalisasi bursa mencapai Rp 6.691 triliun.
Kapitalisasi pasar ini turun Rp 361 triliun atau 5,12% jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun yang ada di Rp 7.052 triliun. Penurunan nilai kapitalisasi pasar lebih kecil jika dibandingkan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode yang sama sebesar 6,77%.
Salah satu penahan penurunan kapitalisasi bursa adalah adanya pencatatan saham perdana. Tahun ini, BEI sukses mencatatkan 34 emiten baru hingga akhir Agustus lalu.
Penambahan kapitalisasi pasar dari emiten-emiten baru ini mencapai Rp 190 triliun. Artinya, jika tanpa IPO, kapitalisasi pasar BEI bisa tergerus Rp 551 triliun atau 7,81% dari kapitalisasi di akhir tahun.
Penurunan kapitalisasi bursa ini seiring dengan penurunan kapitalisasi pasar 10 besar emiten dalam delapan bulan tahun ini. Tapi, ada saham yang yang justru nilai kapitalisasinya melonjak. Saham ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Kapitalisasi pasar saham bank Grup Djarum ini justru naik menjadi Rp 605 triliun per 3 September 2018, naik 13,29% dari Rp 534 triliun pada akhir 2017.
Padahal, penghuni 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar lainnya turun.
Menurut data BEI, berikut 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, dalam triliun rupiah:
Emiten | 2017 | 3 Sep 2018 | % |
BBCA | 534 | 605 | 13.30% |
HMSP | 550 | 441 | -19.32% |
BBRI | 444 | 387 | -12.84% |
TLKM | 447 | 352 | -21.25% |
UNVR | 426 | 333 | -21.83% |
BMRI | 369 | 310 | -15.99% |
ASII | 336 | 287 | -14.58% |
BBNI | 182 | 145 | -20.33% |
GGRM | 161 | 138 | -14.29% |
UNTR | 132 | 127 | -3.79% |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News