kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45988,75   -13,63   -1.36%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Jumlah sewa meningkat, laba bersih Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 19,5%


Selasa, 03 November 2020 / 17:45 WIB
Jumlah sewa meningkat, laba bersih Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 19,5%
ILUSTRASI. Perusahaan menara dan infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten menara telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 19,3% year on year (yoy), dari Rp 4,65 triliun menjadi Rp 5,55 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2020. Bahkan, laba bersih TOWR tumbuh sedikit lebih tinggi, yakni 19,5% yoy menjadi Rp 1,9 triliun dari sebelumnya Rp 1,59 triliun.

Direktur Utama TOWR Ferdinandus Aming Santoso mengatakan, kenaikan pendapatan dan laba bersih tersebut sejalan dengan adanya tambahan penyewaan sebanyak 5.269 dan sewa serat optik sepanjang 12.244 kilometer. Seluruh penyewaan yang diperoleh berlaku untuk kontrak jangka panjang.

Kemudian, secara akumulasi, per 30 September 2020, TOWR mencatatkan 38.615 penyewa yang menempati 21.373 menara dan 39.771 kilometer koneksi serat optik.

Baca Juga: Pasar belum pulih, Betonjaya Manunggal (BTON) ingin samai kinerja tahun lalu

"Dengan begitu, rasio penyewaan menara (tower tenancy ratio) Sarana Menara mencapai 1,81 kali, naik dari 1,67 kali pada periode yang sama tahun lalu," kata dia dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (3/11).

Menurut Aming, strategi berkelanjutan perusahaannya selama pandemi Covid-19 adalah dengan merampingkan proses bisnis supaya lebih efisien dan efektif dalam manajemen aset dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. "Kami melakukan ini dengan meningkatkan digitalisasi proses kami dan tim kami bekerja sama dengan pemangku kepentingan yang relevan, termasuk pelanggan kami untuk mewujudkannya," ungkap Aming.

Sarana Menara yakin, bisnis infrastruktur telekomunikasi memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia setelah pandemi Covid-19. Pasalnya, menurut perkiraannya, sebesar 90% masyarakat Indonesia mengakses internet melalui perangkat genggam sehingga kebutuhan terhadap infrastruktur seluler masih dapat tumbuh.

Selanjutnya: Pendapatan Indosat Ooredoo (ISAT) tumbuh 9,2%, bisnis seluler jadi pendorong

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 7 Financial Modeling Fundamental

[X]
×