kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45795,33   3,48   0.44%
  • EMAS938.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Jual aset bisnis inti, saham Magna Investama (MGNA) kena suspensi


Kamis, 09 Januari 2020 / 10:34 WIB
Jual aset bisnis inti, saham Magna Investama (MGNA) kena suspensi
ILUSTRASI. Pekerja mengangkut karung berisi gabah usai dijemur, Kamis (28/3/2019). Magna Investama (MGNA) akan menjual aset PT Padi Unggul Indonesia dengan nilai Rp 120 miliar.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) setelah emiten ini mengumumkan rencana untuk menghentikan seluruh kegiatan operasional pabrik anak usaha yang menjadi kontributor utama pendapatan MGNA.

"Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek MGNA di seluruh pasar sejak sesi I perdagangan hari Rabu tanggal 8 Januari 2020," ungkap BEI dalam pengumuman bursa, Rabu (8/1).

Dalam keterbukaan informasi Senin (6/1), MGNA mengungkapkan telah menghentikan seluruh kegiatan operasional pabrik entitas usaha hingga waktu yang ditentukan lebih lanjut. Langkah ini diambil dengan memperhatikan kondisi keuangan Magna Investama dan rencana restrukturisasi operasional dan keuangan melalui pelepasan sebagian besar aset tetap pada entitas anak.

Baca Juga: Awas, Ada 27 Saham dengan Notasi Khusus Gara-gara Defisiensi Modal

Sekadar informasi, MGNA akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 24 Januari 2020 untuk meminta persetujuan penjualan aset PT Padi Unggul Indonesia yang merupakan anak usaha Magna Investama. MGNA perlu meminta persetujuan RUPSLB karena penjualan aset ini merupakan transaksi material. 

Berdasarkan keterbukaan informasi transaksi, MGNA akan menjual aset tetap berupa tanah dengan luas 107.623 meter persegi dengan bangunan di atasnya, serta mesin-mesin dan peralatan pendukung pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Ngawi-Caruban, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Nilai penjualan ini mencapai Rp 120,48 miliar yang merupakan 539,35% dari nilai ekuitas MGNA.

Magna Investama akan menjual aset ini kepada PT Wilman Padi Indonesia. Aset yang dijual ini pun termasuk pabrik dan peralatan pengeringan gabah, pabrik penggilingan padi, packing, gudang beras, produksi bekatul dan ruang air bersih. Aset ini merupakan seluruh aset milik Padi Inggul.

Baca Juga: MGNA kini beralih jadi perusahaan investasi

Beras menjadi penyumbang terbesar pendapatan Magna Investama yang tidak lagi bergerak di bidang multifinance. Sebebasar 100% pendapatan Magna Investama dihasilkan dari penjualan beras. Dua merek dagang beras MGNA adalah Beras Tanak dan Beras Ngawiti Mas.

Magna mengungkapkan bahwa kebijakan harga eceran tertinggi beras pada akhir 2017 menyebabkan harga jual rata-rata beras premium MGNA turun menjadi Rp 10.950 per kilogram dari sebelumnya Rp 12.350 per kilogram.

Alhasil, kerugian MGNA makin meningkat. "Atas pertimbangan kondisi-kondisi tersebut, MGNA mempertimbangkan untuk mengurangi sampai dengan menghentikan aktivitas operasiol pabrik sehingga dapat mengakibatkan terhentinya produksi dan penjualan beras Padi Unggul," ungkap Magna Investama dalam keterbukaan informasi Rabu (18/12) lalu.

MGNA akan menggunakan 90% dana hasil penjualan aset untuk melunasi utang dan 10% untuk investasi ke bisnis lainnya.

Sekadar informasi, harga saham MGNA berada di level Rp 50 per saham dalam setahun terakhir hingga sebelum suspend.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×