kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Joe Biden jadi presiden AS terpilih, investor mesti cermati hal ini


Senin, 09 November 2020 / 16:53 WIB
ILUSTRASI. Karyawan memotret layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi

Saham INCO juga direkomendasikan sell on strength dari sejak bulan April 2020 menjalani tren naik dalam pola parallel channel dan pada bulan Oktober lalu akhirnya kembali menghampiri level tertinggi tahun 2018 pada range Rp 4.650 - Rp 4.720. 

Setelah itu, INCO terlihat konsolidasi dalam tren sideways dengan momentum yang terlihat melemah dari  pantauan RSI negative divergence menyiratkan potensi tren reversal di depan mata. 

Baca Juga: Kuartal III-2020, pendapatan dan laba bersih Pyridam Farma (PYFA) berhasil meningkat

Sementara itu, untuk saham MEDC direkomendasikan spekulatif beli dan melakukan average up di kisaran Rp 398 - Rp 400. MEDC saat ini tengah berkonsolidasi dalam pola flag,  juga menunjukkan dukungan pada fase awal ini meski perlu break out di atas Rp 398. 

Sedangkan untuk saham ELSA, direkomendasikan buy on break di atas Rp 218. Saat ini ELSA tengah mencoba menembus resistance yang akan membawa lari menuju target-target Rp 224, Rp 230 dan Rp 234. 

Selanjutnya: Samindo Resources (MYOH) berencana akuisisi tambang batubara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×