Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memastikan tugasnya akuisisi 30,25% oleh PT Jhonlin Baratama tidak mengakibatkan perubahan pengendalian. Artinya, Low Tuck Kwong tetap menjadi pengendali BYAN.
Seperti diketahui, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama telah membeli 10,08 miliar saham BYAN. Jumlah tersebut setara dengan 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor.
Transaksi terjadi pada perdagangan 7 Oktober 2026 di pasar negosiasi. Adapun pembelian dilakukan di pasar negosiasi sebanyak tiga kali di harga Rp 2.588 dengan total nilai akumulasi Rp 26,1 triliun.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 20.000 Jadi Rp 2.574.000 per Gram, Selasa (13/10)
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Bayan Resources Jenny Quantero menyampaikan penyelesaian transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian BYAN.
“Sebagaimana telah diungkapkan dalam keterbukaan informasi sehubungan dengan penyelesaian transaksi jual beli saham, penyelesaian transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian,” tulis Jenny, Senin (12/10/2026).
Terkait rencana bisnis, Jenny menyatakan belum ada perubahan strategi pengembangan usaha utama. BYAN tetap berfokus pada keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha sesuai strategi serta rencana bisnis.
Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi pada Selasa (13/10) Pagi, Dibayangi kekhawatiran Inflasi
“Kegiatan operasional anak perusahaan BYAN yang bergerak di bidang pertambangan dan telah menerima persetujuan perubahan RKAB telah beroperasi dan berupaya untuk mencapai target,” katanya.
Selain itu, Jenny menyatakan sampai saat ini belum terdapat pembahasan antara PT Jhonlin Baratama mengenai potensi sinergi antara BYAN dengan perusahaan Haji Isam tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














