kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.479   -46,92   -0,72%
  • KOMPAS100 844   -5,01   -0,59%
  • LQ45 639   -5,82   -0,90%
  • ISSI 228   -0,59   -0,26%
  • IDX30 357   -3,31   -0,92%
  • IDXHIDIV20 433   -3,62   -0,83%
  • IDX80 96   -0,70   -0,72%
  • IDXV30 120   -0,64   -0,53%
  • IDXQ30 113   -1,02   -0,90%

Jepang mengkhawatirkan kebocoran zat radioaktif


Selasa, 15 Maret 2011 / 09:08 WIB
Pertajam ilmu di Industri kreatif lewat platform edukasi Vokraf. KONTAN/Venny Suryanto


Reporter: Edy Can, | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Badan Keamanan Nuklir Jepang mengatakan, ledakan yang terjadi kemungkinan telah merusak pelindung reaktor nuklir. Jepang mengkhawatirkan terjadinya kebocoran zat radioaktif.

Badan ini mencurigai, ledakan yang terjadi tadi pagi telah merusak ruangan terlarang di reaktor. Shinji Kinjo, seorang pejabat Badan Keamanan Nuklir Jepang mengatakan air telah memenuhi tabung di bawah tempat inti nuklir. "Kami takutkan kebocoran nuklir terjadi," katanya.

Kinjo mengatakan, tingkat radiasi di pagar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Daiichi telah meningkat. Detektor menunjukan tingkat radiasi mencapai 11.900 microsieverts setelah ledakan terjadi. Level ini menanjak dari 73 microsieverts.

Namun, Kinjo mengatakan level tersebut masih belum berbahaya bagi kesehatan. Sebab, menurutnya, level tersebut masih dibawah radiasi sinar X-Ray. Menurutnya, tingkat radiasi bisa berbahaya bila melampaui 100.000 microsieverts.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×