kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.859   16,00   0,09%
  • IDX 8.210   -54,87   -0,66%
  • KOMPAS100 1.157   -11,28   -0,97%
  • LQ45 830   -9,15   -1,09%
  • ISSI 294   -1,47   -0,50%
  • IDX30 433   -3,12   -0,72%
  • IDXHIDIV20 517   -3,71   -0,71%
  • IDX80 129   -1,31   -1,00%
  • IDXV30 143   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 140   -1,26   -0,89%

Jepang mengkhawatirkan kebocoran zat radioaktif


Selasa, 15 Maret 2011 / 09:08 WIB
Jepang mengkhawatirkan kebocoran zat radioaktif
Pertajam ilmu di Industri kreatif lewat platform edukasi Vokraf. KONTAN/Venny Suryanto


Reporter: Edy Can, AP | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Badan Keamanan Nuklir Jepang mengatakan, ledakan yang terjadi kemungkinan telah merusak pelindung reaktor nuklir. Jepang mengkhawatirkan terjadinya kebocoran zat radioaktif.

Badan ini mencurigai, ledakan yang terjadi tadi pagi telah merusak ruangan terlarang di reaktor. Shinji Kinjo, seorang pejabat Badan Keamanan Nuklir Jepang mengatakan air telah memenuhi tabung di bawah tempat inti nuklir. "Kami takutkan kebocoran nuklir terjadi," katanya.

Kinjo mengatakan, tingkat radiasi di pagar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Daiichi telah meningkat. Detektor menunjukan tingkat radiasi mencapai 11.900 microsieverts setelah ledakan terjadi. Level ini menanjak dari 73 microsieverts.

Namun, Kinjo mengatakan level tersebut masih belum berbahaya bagi kesehatan. Sebab, menurutnya, level tersebut masih dibawah radiasi sinar X-Ray. Menurutnya, tingkat radiasi bisa berbahaya bila melampaui 100.000 microsieverts.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×