Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah diproyeksi lanjut melemah pada perdagangan Selasa (23/8). Kombinasi sentimen domestik dan eksternal bakal jadi pemberat pergerakan rupiah.
Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan, rupiah akan melanjutkan pelemahan dalam kisaran Rp 14.815-Rp 14.885 per dolar Amerika Serikat (AS) pada esok hari.
Sentimen dari domestik datang dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG BI). Pelaku pasar masih diperkirakan, BI tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%.
Sementara dari eksternal, kekhawatiran stagflasi di berbagai negara dan kebijakan hawkish dari Federal Reserve (The Fed) yang berlanjut menjadi pemberat bagi mata uang negara emerging market, termasuk rupiah.
"Sikap hawkish The Fed membuat pelaku pasar kembali mengalihkan dananya ke safe haven assets seperti dolar AS," kata Reny saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (22/8).
Baca Juga: Loyo, Rupiah Spot Ditutup Melemah ke Rp 14.892 Per Dolar AS Pada Hari Ini (22/8)
Sebagai respons terhadap inflasi yang semakin tinggi, beberapa bank sentral utama global juga mulai menaikkan suku bunga acuannya sebagai bagian dari normalisasi kebijakan.
Selain itu, untuk pekan ini, pasar juga mengantisipasi pidato Ketua The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole. Powell diprediksi bakal memberikan panduan lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi dan keuangan AS dalam menghadapi tekanan harga yang semakin meningkat.
Senada, Analis DFCX Futures Lukman Leong juga memperkirakan, rupiah masih akan melemah terhadap dolar AS pada Selasa (23/8). Rupiah bakal berada dalam rentang Rp 14.800-Rp 14.975 per dolar AS.
Penguatan dolar AS dan ekspektasi pasar menjelang pengumuman hasil RDG BI pada Selasa (23/8) juga menjadi pemberat bagi rupiah. Pelaku pasar memperkirakan, BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan di tengah inflasi yang terus meningkat.
Baca Juga: Tak Berdaya, Rupiah Jisdor Melemah ke Rp 14.882 Per Dolar AS Pada Senin (22/8)
"Di sisi lain, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah akan memicu kenaikan inflasi yang lebih tinggi," ucap Lukman.
Senin (22/8), rupiah spot ditutup melemah 0,36% ke Rp 14.892 per dolar AS. Sementara itu, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia juga koreksi 0,16% ke Rp 14.882 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














