kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Jelang data inflasi Juni, yield SUN berpotensi turun


Senin, 02 Juli 2018 / 09:49 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan, Senin (2/7), diperkirakan bergerak turun jelang pengumaman data inflasi Juni 2018.

Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan jelang pengumuman data inflasi Juni 2018, ia memperkirakan inflasi masih akan cukup rendah. "Dengan begitu, yield SUN diperkirakan turun hari ini," kata Mikail dalam risetnya, Senin (2/7).

Selain itu efek penguatan rupiah akibat tingkat suku bunga BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRR) naik lebih tinggi dari ekspektasi, diperkirakan akan sedikit banyak membantu menekan yield SUN.

Mikail memproyeksikan yield SUN tenor 10 tahun hari ini akan bergerak direntang 7,80%-7,90%. Mikail merekomendasikan seri obligasi negara FR0064, FR0075,FR0061,FR0067, dan FR0072.

Sementara, Mikail mencatat yield US Treasury jangka 10 tahun dan 30 tahun pada Jumat (29/6) masing-masing naik tipis sebesar 1 basis poin (bps) dan 2 bps ke level 2,85% dan 2,99%. Kenaikan ini didorong oleh pelemehan dollar AS terhadap mata uang euro yang menyebabkan pelemahan harga sejumlah aset berdenominasi dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×