kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.027   27,00   0,16%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Jelang data inflasi Juni, yield SUN berpotensi turun


Senin, 02 Juli 2018 / 09:49 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan, Senin (2/7), diperkirakan bergerak turun jelang pengumaman data inflasi Juni 2018.

Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan jelang pengumuman data inflasi Juni 2018, ia memperkirakan inflasi masih akan cukup rendah. "Dengan begitu, yield SUN diperkirakan turun hari ini," kata Mikail dalam risetnya, Senin (2/7).

Selain itu efek penguatan rupiah akibat tingkat suku bunga BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRR) naik lebih tinggi dari ekspektasi, diperkirakan akan sedikit banyak membantu menekan yield SUN.

Mikail memproyeksikan yield SUN tenor 10 tahun hari ini akan bergerak direntang 7,80%-7,90%. Mikail merekomendasikan seri obligasi negara FR0064, FR0075,FR0061,FR0067, dan FR0072.

Sementara, Mikail mencatat yield US Treasury jangka 10 tahun dan 30 tahun pada Jumat (29/6) masing-masing naik tipis sebesar 1 basis poin (bps) dan 2 bps ke level 2,85% dan 2,99%. Kenaikan ini didorong oleh pelemehan dollar AS terhadap mata uang euro yang menyebabkan pelemahan harga sejumlah aset berdenominasi dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×