kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Janu Putra (AYAM) Suplai MBG di Solo dan Yogyakarta, Laba 2026 Diproyeksi Tumbuh


Senin, 23 Maret 2026 / 18:00 WIB
Janu Putra (AYAM) Suplai MBG di Solo dan Yogyakarta, Laba 2026 Diproyeksi Tumbuh
ILUSTRASI. Janu Putra Sejahtera (AYAM) optimistis laba bersih 2026 tumbuh 6%-8% didorong program MBG.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten unggas yang berbasis di Yogyakarta, PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) memasok sekitar 50 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah Solo dan Yogyakarta. 

Direktur Utama Janu Putra Sejahtera Sri Mulyani menjelaskan, pihaknya memanfaatkan fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) untuk memasok kebutuhan dari dapur-dapur MBG tersebut.

“Untuk produk telur, kontribusi masih dalam tahap pengembangan dan belum sebesar ayam,” tulisnya dalam keterbukaan informasi tertanggal 17 Maret 2026.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik 1%, Iran Ancam Serang Pembangkit Listrik di Teluk

Sri bilang, pihaknya sedang meningkatkan kapasitas layer baru untuk meningkatkan produksi telur. Adapun proyek ini telah dimulai pada 2025 dan ditargetkan optimal pada 2026. 

“Kami memanfaatkan lokasi operasional Yogyakarta, yang berada di pusat kawasan permintaan MBG, untuk memperluas jangkauan distribusi dan pemenuhan kebutuhan ayam dan telur,” jelas Sri. 

Dia optimistis dengan adanya program MBG dan program pemerintah lainnya dalam mendorong keseimbangan suplai dan permintaan, rata-rata harga jual produk unggas akan kembali stabil.  

Sejalan dengan hal itu, AYAM memproyeksikan laba bersih tahun buku 2026 bisa tumbuh di kisaran 6%–8% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontributor utama dari segmen Parent Stock (DOC). 

“Seiring dengan kesiapan aset biologis dan potensi harga sekitar Rp 7.000 per DOC–Rp 7.500 per DOC dengan HPP sekitar Rp 4.600–Rp 6.000,” kata Sri. 

Baca Juga: Harga Emas Spot Anjlok Lebih dari 5%, Senin (23/3), Faktor Ini Jadi Pemicunya

Selain itu, kata Sri, AYAM juga mulai mendorong kontribusi dari RPA (Rumah Potong Ayam) sebagai sumber profit baru, dengan target peningkatan kontribusi dalam beberapa tahun ke depan. 

“Segmen layer juga dipandang memiliki potensi profit yang stabil dalam jangka panjang,” ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×