Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten unggas yang berbasis di Yogyakarta, PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) memasok sekitar 50 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah Solo dan Yogyakarta.
Direktur Utama Janu Putra Sejahtera Sri Mulyani menjelaskan, pihaknya memanfaatkan fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) untuk memasok kebutuhan dari dapur-dapur MBG tersebut.
“Untuk produk telur, kontribusi masih dalam tahap pengembangan dan belum sebesar ayam,” tulisnya dalam keterbukaan informasi tertanggal 17 Maret 2026.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik 1%, Iran Ancam Serang Pembangkit Listrik di Teluk
Sri bilang, pihaknya sedang meningkatkan kapasitas layer baru untuk meningkatkan produksi telur. Adapun proyek ini telah dimulai pada 2025 dan ditargetkan optimal pada 2026.
“Kami memanfaatkan lokasi operasional Yogyakarta, yang berada di pusat kawasan permintaan MBG, untuk memperluas jangkauan distribusi dan pemenuhan kebutuhan ayam dan telur,” jelas Sri.
Dia optimistis dengan adanya program MBG dan program pemerintah lainnya dalam mendorong keseimbangan suplai dan permintaan, rata-rata harga jual produk unggas akan kembali stabil.
Sejalan dengan hal itu, AYAM memproyeksikan laba bersih tahun buku 2026 bisa tumbuh di kisaran 6%–8% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontributor utama dari segmen Parent Stock (DOC).
“Seiring dengan kesiapan aset biologis dan potensi harga sekitar Rp 7.000 per DOC–Rp 7.500 per DOC dengan HPP sekitar Rp 4.600–Rp 6.000,” kata Sri.
Baca Juga: Harga Emas Spot Anjlok Lebih dari 5%, Senin (23/3), Faktor Ini Jadi Pemicunya
Selain itu, kata Sri, AYAM juga mulai mendorong kontribusi dari RPA (Rumah Potong Ayam) sebagai sumber profit baru, dengan target peningkatan kontribusi dalam beberapa tahun ke depan.
“Segmen layer juga dipandang memiliki potensi profit yang stabil dalam jangka panjang,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













