kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,37   4,64   0.67%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Janji stimulus fiskal membuat harga minyak tetap stabil


Selasa, 18 Februari 2020 / 08:02 WIB
Janji stimulus fiskal membuat harga minyak tetap stabil
ILUSTRASI. Harga minyak stabil

Sumber: Bloomberg | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah tetap stabil dengan kecenderungan melemah. 

Selasa (18/2), pukul 07.50 WIB harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Maret 2020 tergelincir menjadi US$ 51,91 per barel. Artinya, minyak WTI turun 0,27% dari harga penutupan Jumat (14/2) di US$ 52,05 per barel.

Asal tahu saja, kemarin, pasar keuangan Amerika Serikat (AS) libur. Sehingga minyak WTI tidak menyelesaikan harga.

Sementara harga minyak Brent kontrak pengiriman April 2020 di ICE Futures pada Senin (17/2) waktu setempat ditutup di level US$ 57,67 per barel. Posisi menguat 0,61% dari penutupan akhir pekan lalu di US$ 57,67 per barel.

Baca Juga: Harga minyak tetap stabil, minyak Brent di US$ 57,27 dan WTI ke US$ 52,13 per barel

Kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak ekonomi akibat wabah virus corona mulai mereda menjadi penggerak minyak. Terlebih setelah China, Hong Kong dan Singapura berjanji bakal mengeluarkan sejumlah stimulus fiskal ekstra guna melawan pukulan ekonomi dari wabah virus corona

Karena itu permintaan minyak diperkirakan tidak akan menurun terlalu tajam. Terlebih, SK Innovation, penyulingan minyak terbesar Korea Selatan mengungkapkan bakal membeli minyak mentah lebih banyak dari AS.

Negeri Paman Sam kini menjadi produsen minyak mentah terbesar di dunia. AS berhasil memproduksi sedikitnya 13 juta barel per hari.

Tetapi tetap saja, emas hitam dihantui kekhawatiran terhadap penurunan permintaan dari China. Terlebih, penyulingan minyak di China diperkirakan turun 10% dibanding rekor tertingginya di Desember 2020 lalu. 




TERBARU

Close [X]
×