kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Iuran JKN akan dinaikkan, Mitra Keluarga (MIKA) berharap pembayaran klaim lancar


Minggu, 15 September 2019 / 12:45 WIB

Iuran JKN akan dinaikkan, Mitra Keluarga (MIKA) berharap pembayaran klaim lancar
ILUSTRASI. Rumah Sakit Mitra Keluarga

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten rumah sakit, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) berharap kenaikan iuran BPJS atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan berkorelasi dengan kelancaran pembayaran klaim dari pemerintah ke swasta di masa depan.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengusulkan kenaikan iuran JKN. Dalam usulan Kemenkeu, besaran kenaikan iuran bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Peserta Mandiri BPJS kelas 3 naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per jiwa. Kelas 2, naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per jiwa, dan Kelas 1, naik dari Rp80.000 menjadi Rp160.000 per jiwa.

"Kami sendiri belum mendalami lebih jauh proyeksi pendapatan dari segmen BPJS karena baru dimulai pada awal 2018. Jadi memang eksposur kami di BPJS masih sangat kecil, yaitu 13% dari keseluruhan pendapatan semester I-2019," tutur Aditya Widjaja, Investor Relation PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk kepada Kontan.co.id, Jumat (13/9).

Walau masih belum memiliki proyeksi, Aditya berharap perolehan pendapatan dari segmen BPJS makin meningkat seiring dengan banyaknya rumahsakit (RS) yang dikonversi oleh MIKA ke BPJS.

Baca Juga: Anggaran BPJS Kesehatan Naik, Ini Saham yang Direkomendasikan Analis

Sampai saat ini, dari total 24 (RS) miliknya sudah 14 RS yang melayani BPJS. Jumlah tersebut akan bertambah satu lagi dalam waktu dekat melalui rencana operasi RS Mitra Keluarga Pratama Jatiasih.

Sampai akhir tahun, manajemen belum akan menambah jumlah rumahsakit yang akan melayani peserta JKN BPJS Kesehatan. Pasalnya saat ini sudah ada tujuh RS Mitra Keluarga, tujuh dari RS Grup Kasih dan rencana satu RS Mitra Keluarga Pratama pada tahun ini.

Lebih jauh, Aditya bilang pembayaran klaim JKN belum terlalu banyak kendala jika dibandingkan dengan piutang asuransi atau perusahaan yang dinilai memakan waktu lebih lama.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham MIKA, BBTN, dan MAPI untuk hari ini

"Menurut kami klaim pembayaran BPJS masih aman untuk kami. Yang terpenting adalah, dengan kenaikan iuran JKN ini, pemerintah makin lancar dan cepat membayar klaim, agar kami bisa melayani pasien dengan maksimal juga. Pasien BPJS pasti akan menuntut kualitas pelayanan yang lebih baik karena naiknya iuran," tutup Aditya.


Reporter: Amalia Fitri
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×