kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.013,51   -2,48   -0.24%
  • EMAS932.000 0,22%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Itama Ranoraya (IRRA) mendapat kontrak 88,7 juta jarum suntik untuk program vaksinasi


Senin, 06 Desember 2021 / 13:44 WIB
Itama Ranoraya (IRRA) mendapat kontrak 88,7 juta jarum suntik untuk program vaksinasi
ILUSTRASI. Itama Ranoraya (IRRA) mendapat kontrak 88,7 juta jarum suntik untuk program vaksinasi Covid-19.


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) kembali mendapatkan kontrak jarum suntik Auto Disable Syringe (ADS) sebanyak 88,7 juta unit. 

Dengan perolehan tersebut, IRRA telah membukukan kontrak penyediaan jarum suntik untuk program vaksinasi pemerintah, total sebanyak 141 juta jarum suntik ADS (Auto Disable Syringe). Penjualan jarum suntik tersebut terdiri atas 52,5 juta ADS untuk ukuran 0,3 ml yang diperoleh di bulan Oktober 2021 dan 88,7 juta ADS untuk ukuran 0,5 ml yang diperoleh saat ini. 

Perolehan kontrak 141 juta jarum suntik ADS tersebut membuat realisasi penjualan jarum suntik ADS perseroan menjadi 169 juta sampai awal Desember 2021.

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengatakan, kebutuhan jarum suntik untuk program vaksinasi Covid di Indonesia tahun ini telah terpenuhi, begitu juga ketersediaan jarum suntik untuk kebutuhan vaksinasi di tahun depan. Selesainya pabrik baru milik PT Oneject Indonesia (Oneject) dengan penambahan kapasitas menjadi 1,2 miliar jarum suntik ADS per tahun, telah menjamin ketersediaan jarum suntik ADS untuk program vaksinasi Covid-19 pemerintah. 

Baca Juga: Saham farmasi kompak menguat di tengah munculnya varian baru Covid-19

Heru mengatakan, Itama melalui Oneject tentu memprioritaskan alokasi kebutuhan jarum suntik untuk program seperti vaksinasi dan juga imunisasi dalam negeri, bahkan dengan kapasitas 1,2 miliar per tahun.

"Insya Allah kebutuhan jarum suntik tanah air baik untuk vaksinasi dan imunisasi sudah terpenuhi, bahkan kita juga akan memasok jarum suntik yang lebih besar untuk kebutuhan global, yang tahun depan mengalami shortage akibat program vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia," kata Heru dalam keterangan tertulis, Senin (6/12).

World Health Organization (WHO) mengingatkan akan adanya kekurangan jarum suntik untuk vaksinasi mencapai 2 miliar jarum suntik tahun depan. Kondisi tersebut akan menghambat program vaksinasi global dan juga program imunisasi reguler. 

Defisit jarum suntik untuk vaksin tersebut, disebabkan ketersedian jumlah vaksin Covid-19 yang tidak mampu diikuti dengan produksi jarum suntik. Kondisi defisit ini bisa memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga jarum suntik seperti yang pernah terjadi pada alat-alat kesehatan dan obat-obat untuk Covid-19 sebelumnya.

Pangsa pasar produk jarum suntik ADS untuk domestik masih sangat besar, saat ini didalam negeri penggunaan jarum suntik ADS masih berkisar 20%, selebihnya masih menggunakan alan suntik non-ADS. Dan dari 20% produk ADS yang digunakan tersebut, 80%-nya adalah produk Oneject. 

Posisi Oneject sebagai pemain utama di produk smart syringe tersebut tidak lepas dari produk ADS yang dimiliki, merupakan alat suntik yang direkomendasikan WHO dalam dunia medis seperti dalam program vaksinasi, imunisasi dan seluruh aktivitas dalam dunia kesehatan.

Direktur Pemasaran Itama Ranoraya Hendry Herman menambahkan, untuk 1 – 2 tahun ke depan permintaan produk smart syringe seperti ADS tumbuh signifikan untuk penggunaan vaksinasi. 

“Kami melihat dengan digunakannya ADS diprogram vaksinasi global termasuk di Indonesia, maka proses peralihan dari produk alat suntik non-ADS ke jarum suntik ADS di dunia kesehatan akan semakin cepat apalagi WHO juga sudah memulai untuk kampanye penggunaan jarum suntik ADS dalam dunia kesehatan sejak tahun 2020”, jelas Henry.
 
Itama Ranoraya saat ini berada dalam proses transformasi bisnis untuk menjadi manufacturing high tech di sektor kesehatan dengan mengakuisisi PT Oneject Indonesia. Proses akuisisi tahap pertama terhadap PT Oneject Indonesia sudah dilakukan. 

Pada akhir September, IRRA telah melakukan pembayaran tahap awal sebesar Rp 198 miliar yang pendanaannya berasal dari penjualan saham treasury. Tahun depan akuisisi bisa selesai dilakukan. 

“Kami melihat langkah transformasi IRRA melalui akuisisi Oneject sudah sangat tepat. Dengan akuisisi tersebut kami bisa tetap menjaga ritme pertumbuhan kami yang tinggi ke depan," kata Heru.

Baca Juga: Berencana buyback, Itama Ranoraya (IRRA) akan menyerap 75 juta saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×