kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Isu tak jadi dibeli Pertamina, saham MEDC amblas 3,68%


Jumat, 26 November 2010 / 16:18 WIB
ILUSTRASI. Memantau pasar global


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Saham PT Medco Energi Internasional (MEDC) mengalami penurunan terbesar dalam tiga minggu terakhir. Di pasar saham beredar spekulasi kalau PT Pertamina bakal membatalkan pembelian saham MEDC.

Pada penutupan hari ini, saham MEDC anjlok 3,68% menjadi Rp 3.275. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 3 November lalu.

"Adanya berita tersebut membuat investor khawatir kalau Pertamina bakal memilih untuk membeli Energi Mega Persada (ENRG) ketimbang Medco," jelas Ikhsan Binarto, analis PT Indo Premier Securities di Jakarta kepada Bloomberg.

Meski begitu, ada alasan lain yang turut mempengaruhi pergerakan saham MEDC, yakni penolakan pemerintah atas rencana Pertamina. Seperti yang diberitakan KONTAN sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak aksi Pertamina mengakuisisi 27,9% saham Encore Energy Pte. Ltd. (EEPL) milik Encore International Ltd (EIL).

Parlemen menilai aksi Pertamina menjadi pemegang saham tak langsung PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) itu bakal merugikan industri perminyakan tanah air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×