kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Isu krisis mendominasi, bursa Eropa loyo


Senin, 21 Mei 2012 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Infeksi Virus Corona lebih rentan dialami mereka yang berusia di bawah 50 tahun. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

LONDON. Pasar saham Eropa masih dilanda aksi jual. Akibatnya, indeks acuan saham-saham benua biru, Stoxx Europe 600 melorot 0,4% ke posisi 238,07 pada pukul 8.05 waktu London. Koreksi ini melanjutkan penurunan tajam indeks pada pekan lalu yang sebesar 5,2%.

Beberapa bursa utama Eropa, seperti indeks Stoxx 50 pun masih terdepak di teritori negatif dengan penurunan 0,88%. Kemudian, indeks FTSE 100 tergelincir 0,205, dan indeks DAX turun 0,33%.

Pasar Eropa masih tertekan, meski bursa berjangka AS dan mayoritas saham Asia mulai rebound pada hari ini. Ini terjadi lantaran kekhawatiran terhadap masa depan euro mengalahkan sentimen positif dari China.

Sejatinya, ada kabar bagus dari China, di mana Perdana Menteri Wen Jiabao berjanji akan melonggarkan kebijakan moneter guna mendongkrak pertumbuhan ekonominya. Itu sebabnya, pasar Asia mulai rebound.

Namun, di sisi lain, masalah Yunani dan krisis Eropa masih menganggu sentimen pasar. Hari ini, Menteri Keuangan Jerman dan Perancis dijadwalkan bertemu untuk pertama kalinya di Berlin. Mereka akan membahas soal euro dan jalan keluar penyelesaian krisis di kawasan tersebut.

Pertemuan ini digelar, setelah pertemuan kelompok negara G-8 di akhir pekan lalu, gagal mencapai kesepakatan soal strategi mengatasi krisis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×